Petaka yang Kuciptakan
Ifan mengernyitkan dahinya, kaget dengan sifat ketus Mia.
“Sudah aku katakan aku baik-baik saja?” sentak Mia.
“Kamu begitu cuek dan dingin sama aku.”
“Fan. Sudah ya, masih pagi, jangan merusak suasana,” Mia memicingkan matanya kesal.
“Loh Mi...” Ifan menghentikan ucapannya, Bu Lilis muncul dengan senyum semringah diwajahnya sembari membawa baki berisi dua gelas teh hangat dan sepiring kue ke hadapan Mia dan Ifan “lanjut saja mengobrolnya, ibu tidak menguping kok,” canda Bu Lilis, Ifan terbahak dan Mia hanya tersenyum ketus.
Hot Chapters