Pembantu Rahasia Sang Rektor
Sedangkan tahu apa yang sedang dipikirkan Nia, Bara hanya memberikan anggukan kecil.
“Tapi, kalau di sana sudah tidak ada orang sakitnya lagi. Bima bisa main sepuasnya.” Bara hanya tidak ingin memberikan argumen tidak boleh untuk anak sekecil Bima. Kalau dia bilang, tidak boleh karena di sana banyak orang sakit nanti bisa tertular, mungkin selamanya Bima akan menganggap rumah sakit adalah tempat yang tidak ingin dia kunjungi meski sedang sakit.
“Tapi kapan itu, Pa?” tanya Bima dan membuat Nia binggung juga, anak seusia Bima masih belum bisa mencerna ucapan orang dewasa. “Kan, rumah sakit tempatnya orang sakit, Pa!”
Hot Chapters