Kedai Juni & Juli
“Udah centang dua sih.”
Mobil Andrea terus melaju melewati tanah kosong menuju Café Tokyo.
Sebenarnya, letak Café Tokyo tidak benar-benar berada dekat dengan tanah kosong. Harus melewati dua perempatan dan satu pertigaan lagi namun orang-orang lebih suka menyebutnya Café dekat tanah kosong karena memang tempat Café itu terletak di komplek yang terdiri dari banyak ruko, khusus untuk tempat kuliner. Komplek itu tidak bernama, hanya nama jalan saja yang menyatu dengan yang lain. Dan lagi, satu-satunya tempat kuliner di daerah itu. Maka dari itu, dengan penamaan dekat tanah kosong membuat tempat itu jadi seolah punya nama dan gampang diingat, apalagi jika perlu untuk memberitahu lokasi tempat it
Hot Chapters