Hidup di Dua Hati
Perlahan pandangannya mengabur, napas mulai terasa sesak, lalu semua menghitam.
*
Kenan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mujur jalan raya tidak terlalu ramai, hingga mudah menyalip kendaraan di depan. Ruhnya seolah-olah mau lepas dari raga, saat asisten rumah tangga mengabarkan sang mama kembali terkena serangan jantung. Dada pria itu berdebar sangat kencang. Dia ingat pesan dokter, bahwa keadaan mamanya sangat rentan. Bila terkena serangan lagi, bukan tidak mungkin hal buruk akan terjadi. Mengingat itu, dadanya terasa amat sesak. Dia ingin meluapkan, tetapi tak tahu dengan cara apa. Meremas rambut kuat-kuat adalah pelampiasan yang dipilih Kenan, agar sesak itu sedikit lapang
Hot Chapters