Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
“Kami tidak menerima orang gila di rumah ini. Belajarlah bagaimana bersikap, mungkin kemudian baru kita bisa bicara lagi.”
Aku ingat rasa perih dari udara dingin saat berlari keluar, tanganku gemetar, wajahku terasa terbakar oleh penghinaan.
Tapi tak seorang pun mengikutiku.
Aku berdiri di luar, sendirian di tengah salju. Sementara di dalam, melalui jendela yang berembun, aku melihat kebenaran yang selama ini ada.
Lina duduk di sofa, memainkan perannya dengan sempurna.