Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Slurp, slurp, slurp. Suara seruputan yang kental dan basah bergema di seluruh ruangan. Saat ia mengamati reaksinya, tekniknya meningkat, seperti yang diharapkan dari seorang jenius. Tiba-tiba, ia mendorong kepalanya ke bawah, mengambil penis-nya sampai ke pangkalnya, secara efektif facefucking dirinya sendiri. Tenggorokannya mengencang di sekitarnya, meremas dengan kuat, sementara lidahnya bergerak dengan kelenturan yang luar biasa, meluncur ke tenggorokannya untuk menjilati di sepanjang penis-nya. Pada saat yang sama, ia menggunakan tangannya untuk bermain dengan buah zakar Yun Wuji.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as tersungging
Read
+Library
Dukun Pijat Penarik Janda Desa

Dukun Pijat Penarik Janda Desa

style="letter-spacing: 0.1px;" style="letter-spacing: 0.1px;">"Ahhh... uhh...." style="letter-spacing: 0.1px;"> style="letter-spacing: 0.1px;">Jari Sugiono bergerak makin ke bagian tengah, menyusuri area paling sensitif sarang saraf. style="letter-spacing: 0.1px;"> style="letter-spacing: 0.1px;">"Ahhh... iya tepat di sana, Pakde... sakit... uhhh..."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as tersungging
Read
+Library
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pesta termangsa senjata tak kasat mata sebelumnya. ”Mundur...!” perintah Tunggulsaka. “Mundur! Mundurrr…!!!” Suara gelegar Tunggulsaka membahana memecah kesenyapan belantara. Suara gelegar yang penuh amarah dan tak berdaya.
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 504 Times as tersungging
Read
+Library
S.T.M. (Siaran Tengah Malam)

S.T.M. (Siaran Tengah Malam)

Suara tak mengenakkan terus terdengar. Mulut Jessie terbuka lebar. Kakek tua berjalan ke arahnya. Gerakan terpatah-patah. Sulur yang menjulur keluar dari mulutnya membuka. Seperti kelopak bunga yang sudah waktunya berbunga. Gigi tajam siap mencaplok Jess – “Arrgghh….!” Tak ada yang bisa dilakukan Jessie. Kedua tangannya terangkat ke atas mencoba melindungi kepalanya agar tak copot.
1021.3K viewsOngoingAdded to Library 702 Times as tersungging
Read
+Library
The Alchemist's Touch

The Alchemist's Touch

Ke bahunya. Ke dadanya. Turun ke perut bawahnya. Napas Josselyn tiba-tiba tersendat. “Hngh…” Suara desahan lolos dari bibir mungilnya. Sangat pelan. Hampir seperti bisikan. Namun cukup membuat Yorick membeku. Tangannya berhenti di punggung Josselyn. ‘Ah, sial. Sentuhannya membuatku gila,’ erang Josselyn dalam hati. ‘Ada apa dengan tubuhku?’
10873 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as tersungging
Read
+Library
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.2K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as tersungging
Read
+Library
Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank

KLING! "HAH?!" Bima berteriak histeris. Tameng dan pedang sucinya yang legendaris tiba-tiba berubah menjadi sepasang Rattle of Doom—tongkat kerincingan bayi plastik warna-warni yang mengeluarkan bunyi kicik-kicik-kicik setiap kali ia bergerak.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as tersungging
Read
+Library
Legenda Tang Hu

Legenda Tang Hu

Dia bergerak ke atas dan ke bawah, menelan tongkat joni agung, itu dengan lembut menggosok kuncup bunganya sendiri, membawa ekspresi mabuk di atas wajahnya. Ini membuat Tang Hu semakin bersemangat, membuatnya ingin memukulnya lebih keras. Tang Hu membalikkan tubuh Murong An, membuat punggungnya menempel di dadanya, tangannya terentang ke depan, dengan lembut mencubit ujung payudara miliknya yang keluar dan tegak.
9.1146.8K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as tersungging
Read
+Library
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

Sekujur tubuhnya terasa meremang setelah bisikan hangat itu. Hingga terasa bibir Dimas mulai menyentuh tengkuknya. Mengecup kecil tapi cukup besar reaksi pada tubuhnya. Dinda bingung apa yang harus dia lakukan mendadak menjadi aneh dan bodoh. Sepertinya tidak lagi bisa berpikir jernih. Hingga saat itu untuk sejenak saja Dinda memejamkan matanya karena kini Dimas mulai menghisap tengkuknya seakan tidak ingin melepaskan.
10114.6K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as tersungging
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status