Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Sejumlah besar cairan penembus zirah jatuh ke tubuh iblis Yue Dong yang besar, seperti sup panas yang tumpah ke minyak beku, menyebabkan sisik hitam di tubuh iblis Yue Dong yang besar mulai mencair dengan cepat.
1028.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 957 kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Ia menjulurkan kepalanya dan menggigit kelopak bunga teratai itu juga, lalu dengan cepat memuntahkan kelopak tersebut. Tidak hanya itu, hewan itu terus meludah, tampak jijik.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

PILAR KEHANCURAN: LEGENDA WU TENG

Wu Teng berhenti. Itu bukan suara kayu biasa. Wu Teng menekan lagi, kali ini lebih hati-hati. Jari-jarinya menemukan tonjolan kecil yang tak pernah ia sadari sebelumnya —tepat di bawah ukiran simbol sekte. Klik. Bagian dasar gagang sedikit bergeser. Dunia terasa berhenti sekejap. Ling’er menoleh. “Apa itu?”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

Sebuah desahan pelan, serak, dan sarat akan gairah terlarang meluncur tanpa sadar dari bibir mungilnya. ​"Ahh..." ​Suara desahan itu ibarat cambuk api yang meledak tepat di telinga Renshu. ​Gerakan jemari sang prajurit terhenti seketika. Urat-urat di punggung tangannya menonjol saat ia mencengkeram lutut Liying dengan sebelah tangannya, seolah menjadikan lutut itu sebagai jangkar agar tangannya yang lain tidak melesat liar menyusup ke tempat yang tidak seharusnya.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Jaringan otot di sekitar lukaku telah terurai menjadi cairan nanah yang kental. Pada saat itu, waktu seakan berhenti berdetak. Tatapan Ayah jatuh pada sosok tidak berbentuk yang ada di samping Tante Sandra. Matanya tiba-tiba menyipit, seperti terkena pukulan keras dari palu besi yang dingin, dan tubuhnya bergetar hebat. "Nggak mungkin ...." Ayah bergumam tidak percaya. Dia terhuyung-huyung beberapa langkah ke depan, seperti ingin menyentuh, tetapi tiba-tiba menarik tangannya kembali.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
Rahasia Alkimia Warisan Tersembunyi

Rahasia Alkimia Warisan Tersembunyi

Wushhh Energi mulai mengalir, mengelilingi tungku. Tapi sesuatu terasa tidak stabil. Belerang bereaksi terlalu cepat, hampir meledak. Zhen menggertakkan gigi, meningkatkan kontrolnya dengan energi angin untuk menenangkan reaksi tersebut. Wushhh Energi dalam tungku mulai harmonis, membentuk inti bercahaya kecil di dalamnya. Zhen membuka mata, menyeka keringat di dahinya.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI

TANGISAN DIBALIK JERUJI BESI

ucap Sri, dengan suara bergetar. ***
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
TERGODA CINTA DUDA DINGIN

TERGODA CINTA DUDA DINGIN

Astaga! Naura menelan saliva saat Arjuna mendekat dengan senyuman macho, membuka satu persatu kancing kemejanya, melepasnya dengan gaya seksi dan melemparnya ke samping begitu saja lalu menarik pinggangnya. Naura sampai lupa bernapas sangking tegangnya. "Hai istriku," Arjuna mengelus pipinya lembut membuat Naura merasakan gelanyar aneh di sekujur tubuhnya padahal itu baru di pipi. "Aku menunggumu keluar dari tadi."
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

Ia membuka rahangnya lebar-lebar, memamerkan taring yang tumbuh memanjang, berniat menggigit leher Resi Bwana dan merobek arterinya. Itu adalah serangan putus asa seekor binatang yang terpojok. Resi Bwana tidak bergerak mundur satu inci pun. Ia hanya mengangkat seruling gioknya secara horizontal di depan bibir. "Menyedihkan," bisiknya. "Teknik Seruling Dewa: Nada Pembeku Jiwa." Ia meniup satu nada pendek. PFIIIT... Suara itu pelan. Nyaris tak terdengar di tengah deru angin badai. Namun, dampaknya menghancurkan realitas fisik.
10980 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
Gairah Sopir dan Majikan

Gairah Sopir dan Majikan

Jessy kemudian mengambil posisi menungging di depan selangkangan Brian. Brian menatap pemandangan di depannya dengan mata merem melek. Dari posisinya, ia melihat buah dada Jessy yang menggantung indah mengikuti gerak tubuhnya, serta bokong indah milik Jessy yang sangat dekat dengan wajahnya. Jessy mulai melakukan tugasnya dengan sangat lihai. Ia kembali mengulum dan menjilat torpedo tegang milik Brian dari pangkal hingga ujungnya. "Uhhh... Jess... kamu pinter banget," desis Brian sambil meremas sprei.
10565.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.4K kali sebagai tersungging
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status