Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri

batinnya. Kelopak matanya terasa seperti timah. Ini bukan sekadar kantuk karena kurang tidur; ini adalah jenis kelelahan yang menekan dari dalam tengkorak, membuat setiap keputusan—bahkan sekadar menginjak pedal gas terasa seperti investasi yang terlalu mahal untuk diambil. “Kalau aku memaksa nyetir sekarang… ini bodoh,” bisiknya pelan pada kabin yang sunyi. Suaranya terdengar asing di telinganya sendiri.
7.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan Sang Presdir

Istri Dadakan Sang Presdir

suaranya kali ini terdengar seperti retakan kaca. Sekar mengerjap, mencoba menahan air mata yang sudah menggenang. Ia menggenggam kedua tangannya erat. “Aku… lelah. Bisakah aku istirahat?” ucapnya lirih, hampir tak terdengar.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesona Papi Gula

Terjebak Pesona Papi Gula

Mata Levin terlihat berat dan lelah, tampilan yang selalu dia perlihatkan ketika orang itu kurang tidur. “Apa-apaan itu tadi? Kau pikir kau terlihat keren dengan cara itu? apa sesuatu terjadi diantara kalian?” “Bukan urusanmu. Masuk saja kesana dan bersenang-senanglah seperti orang bodoh lainnya, atau apalah,” kata Levin. “Kita sudah tidak saling berurusan lagi.”
89.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
MEMBALAS MANTAN SUAMI DENGAN KESUKSESAN ANAKKU

MEMBALAS MANTAN SUAMI DENGAN KESUKSESAN ANAKKU

Masuk lagi pesan dari Shella {Ooooh .... } hanya kalimat itu saja disertai gambar emot tertawa dan meledek. Tubuh ini terasa lelah, Aku letakkan ponsel di meja, lalu membaca doa tidur, malam ini waktunya meluruhkan rasa penat di jiwa dan raga, hingga akhirnya mata ini terpejam dan terbuai dalam mimpi. ----------
1033.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Aku Istri Kekasih Sahabatku

Aku Istri Kekasih Sahabatku

ujarku menertawai Utami. “Apanya yang aneh, Mentari Delisia! Kita juga butuh refresing, supaya otak tidak buntu. Lama-lama bisa gila loo, kalau otak sudah penuh.” Utami sesekali membesarkan matanya saat berkata.
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 432 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Bahkan rasa lelah yang mendera pun perlahan menyingkir, berubah kantuk yang menenangkan. Pantas saja Matshusima ketagihan melakukan 'olahraga panas' dengan para siswi SMA yang gila uang dengan menjajakan tubuhnya. Juga dengan Minaki yang menginginkan pelepasan dengan bantuanku menggunakan alat. Ia pernah berkata kurang mendapat kepuasan saat melakukannya sendiri. Gila! Aku saja baru pertama melakukannya sendiri sudah sangat puas.
10166.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Dosa Termanisku

Dosa Termanisku

Coki melempar tetes mata mengenai dadaku dan jatuh diatas rok span yang aku kenakan. "Pake itu!" lanjutnya galak. Aku tersenyum kecil, penderitaan kami sama. Mata lelah, perih, dan gatal-gatal. Belum lega kalau gak dikucek dulu sampai merah. "Cok, balik yuk! Aku ngantuk berat." ucapku setelah meneteskan obat mata dan memejamkannya sebentar. "Tanggung, mood gue lagi bagus ini!" ucapnya serius, matanya benar-benar ingin melahap monitor di depannya.
1096.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai tetes mata lelah
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
ꪑ ꪊ ᡶ ỉ
Kok aku jadi curiga sama Dito yaa. Dia malah suruh Anna nemuin mamahnya yg lagi sakit jantung, pemicu kemarahan mamahnya Dito kan Anna, ya pasti kumat lagi kah jantungnya. Jadi kaya sengaja gitu Dito supaya mamahnya kolaps terus meninggal terus udah deh ga ada yg jadi penghalang restu hubungan.
Sukmawati Dewi
Pak Ardi dan Anna adalah dua manusia yang terjebak dalam waktu yang salah dengan perasaan yang jujur. Perjuangan mereka tidak mudah bahkan harus berdarah-darah demi menjaga perasaan. Tidak ada seorang pun yang berhak menilai keputusan dan kehidupan yang dijalani karena itu sepenuhnya hak mereka.
Baca Semua Ulasan
Mengejar Cinta Rania

Mengejar Cinta Rania

"Jangan tidur dulu, Sayang. Kita periksa dulu keadaanmu, ya." Aku masih bisa mendengar setiap ucapan Mas Narendra meskipun mata ini terpejam. Meskipun berusaha membukanya lagi, mata ini kembali mengatup dengan sendirinya. Rasa lega di hati ini justru membuat tubuhku merespons rasa lelah yang teramat sangat. ***
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Membuat otakku bekerja tujuh kali lebih ekstra dibanding biasanya. Aku menghempaskan punggung ke sandaran kursi. Kupejamkan mata sejenak. Menghadapkan wajahku ke langit-langit ruangan. Otakku sepertinya butuh istirahat. Ia sudah terlalu lelah dengan rumus dan angka-angka yang menjejal di kepala.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Mata Elara terasa sangat panas, penglihatannya mulai kabur. Garis-garis angka di atas kertas seolah mulai menari dan berputar. Kepalanya terasa sangat berat, dan rasa pening yang luar biasa menghantam kesadarannya. Dia mencoba meraih gelas air, namun tangannya meleset. Elara mencoba berdiri, bermaksud membasuh wajahnya, namun dunianya mendadak miring. Lututnya lemas, dan seluruh tubuhnya limbung ke arah lantai marmer yang keras.
1030.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status