Terjebak Gairah Siluman
Cahaya monitor yang berkedip-kedip memantul di kulitnya yang polos, memberikan kilau keperakan pada setiap lengkung tubuhnya.
Ia tidak menutupi dadanya yang membusung atau liang kenikmatannya yang masih basah. Sebaliknya, ia menyugar rambut hitam bergelombangnya ke belakang, memamerkan leher jenjangnya yang mulus.
"Aku cuma memberikan apa yang mereka minta, Mas Mamat. Kamu tidak suka melihat kawan-kawanmu bahagia?"
Mamat mendengus, suara yang keluar dari tenggorokannya terdengar seperti geraman rendah. "Bahagia? Kau membuat mereka terkapar sampai kering. Jadi yang kemarin juga perbuatanmu, ya."