Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

“Wajahmu kelihatan beda dibanding sore tadi.” Mataya mencoba tersenyum. “Beda gimana, Kak?” “Sore tadi waktu kita video call, kamu kelihatan ceria banget. Sekarang senyumnya masih ada, tapi matamu kelihatan lagi kepikiran sesuatu.” “Perasaan Kakak aja deh.” Mataya berusaha terdengar biasa. “Aku baik-baik aja kok.” “Yakin?” “Iya. Mungkin cuma capek aja. Dari pagi bantu masak, beberes rumah, sama nyiapin acara. Badanku lumayan pegal.”
1041.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 827 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Cahaya monitor yang berkedip-kedip memantul di kulitnya yang polos, memberikan kilau keperakan pada setiap lengkung tubuhnya. Ia tidak menutupi dadanya yang membusung atau liang kenikmatannya yang masih basah. Sebaliknya, ia menyugar rambut hitam bergelombangnya ke belakang, memamerkan leher jenjangnya yang mulus. "Aku cuma memberikan apa yang mereka minta, Mas Mamat. Kamu tidak suka melihat kawan-kawanmu bahagia?" Mamat mendengus, suara yang keluar dari tenggorokannya terdengar seperti geraman rendah. "Bahagia? Kau membuat mereka terkapar sampai kering. Jadi yang kemarin juga perbuatanmu, ya."
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Dibalas Dengan Dusta

Dibalas Dengan Dusta

Air matanya sudah menggenang di pelupuk mata akibat emosi yang ia tahan sejak tadi karena ia tidak ingin membangunkan putri kecilnya yang masih tertidur pulas. Ketika matahari akhirnya muncul. Barulah Raga akhirnya pulang dengan langkah berat menyeret lantai. Bahunya terkulai miring dan wajahnya terlihat kelelahan. Tari sudah duduk manis di sofa masih mengenakan pakaian tidurnya. Wajahnya pun tak kalah menunjukkan rasa lelah akibat begadang semalaman.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Disangka Ojek Ternyata Miliuner

Disangka Ojek Ternyata Miliuner

Terdapat kantung hitam di bawah matanya, menandakan bahwa dia telah berada dalam beberapa jam terjebak dalam dunia teknis dan kerumitan. Wajahnya yang mungkin semula cerah, kini tertutup oleh rasa kantuk yang begitu mendominasi. Ekspresi mata Jonathan jelas menunjukkan bahwa dia berjuang keras untuk tetap terjaga. Matanya sering berkedip, dan wajahnya tampak mulai terkulai oleh rasa lelah yang tak terelakkan.
9.219.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 616 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

} ucap Mas Bara datar. Wajahnya yang lelah mulai memantik kecemasanku. {“Apa Mas begitu sibuk hari ini?”} Mas Bara tampak mencebik samar. {“Kenapa?”} {“Mas keliatan lelah banget.”} {“Aku memang lelah, dan aku pikir aku tahu cara yang jitu untuk mengusir kelelahan ini.”} Aku langsung mengernyit ingin tahu.
9.664.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Pura-Pura Miskin

Suami Penggantiku Pura-Pura Miskin

titah Raffa seperti mengingatkan anak kecil yang sedang bermain di pasar malam. Dengan bibir manyun, Alle pun mengangguk menurut. Lagian Alle masih banyak pekerjaan karena harus merapikan barang bawaannya ini. Mengingat kondisinya belum seratus persen sehat, Alle merasa lelah hingga merebahkan diri di atas kasur dengan posisi terlentang. Kedua matanya lama-lama terasa berat hingga mengantuk. Alhasil Alle pun memejamkan kedua matanya tanpa disengaja.
1098.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
KEINGINAN BERLEBIH SUAMIKU

KEINGINAN BERLEBIH SUAMIKU

Termasuk polisi yang bertugas. Aku berjalan perlahan, terik matahari membuat kepala ini terasa kian berdenyut. Akhir-akhir ini aku memang sering merasakan pusing dan kelelahan. Nafsu makan munurun hingga menbuat berat badan berkurang. Ini semua karena aku terlalu stres dan kelelahan.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 514 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Payung Merah

Payung Merah

Matahari berada di puncak kepala saat Tika mulai merasa kelelahan. Dia jauh tertinggal dari rombongannya tapi masih bisa melihat beberapa orang yang pergi bersamanya. 'Sebaiknya aku beristirahat dulu,' pikir Tika.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Pangeran Langit Mencari Cinta

Pangeran Langit Mencari Cinta

Belum lagi aku masih banyak salah ketik. Cukup lama melihat layar hp dan laptop membuat mataku merasa lelah. Otakku juga mulai panas lantaran terlalu dipaksa untuk menyerap hal baru. Meskipun secara tidak langsung aku sudah mengisyaratkan untuk istirahat, Yutaka tetap bersikukuh untuk melanjutkan pelajarannya.
107.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

tanya Hatsuki sambil tersenyum. BAM BAM BAM BUM BAM BAM BAM BUM BAM (perut bagian kananku tambah membiru) "Apa kamu sudah lelah?" tanya Hatsuki sambil tersenyum lagi. BAM BAM BAM BUM BAM BAM BAM BUM BAM BAM (mata kananku tambah membengkak) "Wajahmu jadi jelek deh..," ucap Hatsuki sambil tersenyum.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai tetes mata lelah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status