SUAMIKU MENIKAH LAGI DIAM-DIAM
"Iya, Mas. Harus itu, agar kehidupan kita bisa digunakan untuk mensyukuri semua yang diberikan oleh Allah."
"Baiklah, ayo kita turun. Aku akan segera pulang dan melakukan hal terbaik mulai sekarang," katanya.
Kemudian Mas Ari mengantarkannya sampai pintu, ia segera pamit pulang. Ketika kutawarkan untuk mampir, ia tak mau. Katanya ia tak mau menyia-nyiakan waktunya yang telah ia buang percuma kemarin.
"Baiklah, Mas. Hati-hati di jalan. Terima kasih atas bantuannya!" ucapku saat ia akan pulang. Walau pernah kecewa padanya, aku tetap menghargai dia sebagai seorang teman.