Berbagi Suami
Adrian mencium kening Tania dalam, “Terima kasih, sayang, kamu—sangat nikmat.”
Wajah Tania memerah mendapat pujian itu.
Tania mengalungkan kedua tangannya di leher Adrian, “Kalau aku tahu seenak ini, sudah ku lakukan dari dulu, mas. Maaf, aku sering mengulur waktu. Aku terlalu fokus pada bajingan itu sampai lupa kewajibanku padamu.”
Adrian tersenyum, “Tidak papa. Semua ada waktunya. Apa—perutmu aman? Dia—tidak papa?”