Scandal Mr Arrogant
Aku tak berani bernapas.
“Lain kali, jangan sentuh peralatan tanpa tahu cara menggunakannya,” ujarnya lirih, namun dekat sekali.
Aku bisa mencium aroma parfum maskulinnya, tajam, mahal, memabukkan.
Dan ketika matanya bertemu dengan mataku, waktu seolah berhenti lagi.
Ada sesuatu di sana, sesuatu yang tak bisa ku terjemahkan.
Sekilas, aku melihat bayangan luka di balik sorot mata itu. Tapi secepat itu pula ia menjauh, kembali menjadi sosok yang tak tersentuh.
Bab Populer