Sweet Passion
Sebab, Gea yakin jika Ale mampu menjamin kebahagiaannya.
"Kak Ale," desah Gea.
"Aku akan bersikap lembut, tenang saja." bisik Ale meyakinkan.
Tangan Ale kembali menyentuh bagian itu, jarinya mulai masuk ke bunga yang sudah siap merekah sejak awal bersentuhan.
"…."
"Rileks saja biar tidak sakit." bisik Ale lagi, seraya mengecup kening Gea.
Gea mengangguk, mulailah Ale membenamkan benih-benih cinta ke lembah surga Gea saat itu. "Sakit, Kak …" rintih Gea.
Hot Chapters