Pengalaman Pertama Pijat
Aku sangat ingin memberitahunya bahwa aku memang sudah kalah, kalah total.
Tubuhku sudah miliknya untuk dinikmati sepuasnya.
Tapi, aku tak bisa mengucapkannya.
Beberapa kali aku yang memulai lebih dulu, tapi selalu ditolak olehnya, membuatku sedikit malu.
“Jangan buru-buru, Kak. Aku pasti akan buat kamu puas.”
Tangannya kini sudah sampai di tulang ekorku.
“Ugh…”
Seperti ada aliran listrik yang mengalir, aku tak bisa menahan diri dan menggigil, mengeluarkan desahan pertamaku malam itu.