Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Two Times

Two Times

Nata POV Hujan deras siang ini membuatku memaksakan diri untuk berteduh di salah satu toko di ujung jalan tak jauh dari diriku berada saat ini. Dari tempatku berteduh terlihat sebuah bangunan yang merupakan tempat tujuanku untuk mengembalikan sesuatu. Tak lama kulirik jam ditanganku yang saat ini menunjukkan pukul 15.30. Sesaat hujan pun berhenti dan aku berjalan lurus menyusuri trotoar ini. Tak lama aku menyeberang jalan raya untuk mencapai ke tempat tujuanku saat ini.
8.69.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai the moments
Baca
+Pustaka
TimeLess

TimeLess

Haffa bisa sedikit bernafas lega. dalam 1 minggu Keiko mendapatkan 4 kali suntikan. selama ini tidak ada reaksi signifikan dalam tubuh Keiko. di hari ketujuh, saat hari libur, Keiko tiba tiba merasa tidak mengingat apapun kejadian yang baru saja dia alami. Jeniver mencacat semua yang di alami Keiko saat itu, bahkan Keiko tidak mengingat Jeniver. mendapat kabar dari Jeniver, Haffa langsung datang ke asrama dan melihat kondisi Keiko. Keiko sudah berbaring tertidur saat Haffa datan. Haffa dan Jeniver mencatat semua yang Keiko alami hari ini dengan details untuk melihat variabel yang salah.
9.95.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai the moments
Baca
+Pustaka
Hello Mommy

Hello Mommy

Melengkapi semua rangkaian acara. Tatapan pasangan suami istri yang tak lepas membuat semua orang yang melihatnya meleleh. Merasakan aura cinta yang terpancar dari sorot mata keduanya. Para fotografer yang membidik foto pun tak hentinya mengambil angle terbaik. Mengabadikan moment berharga itu. Mommy Shea dan Daddy Bryan memeluk Ghea bergantian. Mereka merasa bahagia akhirnya anaknya resmi menjadi seorang istri.
9.962.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai the moments
Baca
+Pustaka
The Moment Of Us

The Moment Of Us

Aku akan menyai mereka tentang kebenaran yang dikatakan Mama padaku kemarin lusa. Aku sudah menahannya selama dua hari. Mencoba mengosongkan pikiranku dari segala hal, pernikahanku yang semakin dekat, fakta bahwa Ai dan Ali memata - mataiku dan melaporkanku pada Mama, semuanya. Aku hanya fokus pada Thesisku. Aku benar - benar ingin ini semua segera berakhir. Kuliah di sini, tentu saja menyenangkan. Aku banyak belajar hal baru dan mendapatkan banyak hal menyenangkan juga untuk dikenang. Tapi aku juga tak mau terus menerus di sini hanya untuk kuliah.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai the moments
Baca
+Pustaka
Four Moons

Four Moons

Sejak awal mereka menikah, hingga masuk ke tahun 4 sekarang ini, bu Tia tidak pernah bosan untuk memandangi wajah tampan suaminya tersebut. Meskipun jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 pagi, dan hal ini berarti bu Tia telah memandangi suaminya itu selama setengah jam, bu Tia masih enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya. Setiap bu Tia memandangi wajah suaminya secara diam-diam seperti ini, bu Tia selalu bernostalgia ke momen dimana mereka pertama kali bertemu.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai the moments
Baca
+Pustaka
Memories

Memories

Kata Jimmy menyadarkan kami yang masih sibuk menghabiskan minuman. “Kalian tau, sebenarnya aku tidak ingin ini selesaii…” Bob menaruh kepalanya di atas meja sambil memperhatikan embun air es dari gelasnya yang menetes membasahi meja kantin. “… ini tahun terakhir kita bisa aktif di klub, sebentar lagi juga ujian akhir, dan lomba ini… Mungkin acara terakhir yang menghubungkan kita semua kan?” Semua orang yang duduk bersama di meja ini tiba tiba terdiam. Alisa bahkan tampak lebih murung dari yang aku pikirkan. Mungkin Alisa juga menyukai kelompok ini, sama sepertiku.
9.74.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai the moments
Baca
+Pustaka
Unforgettable

Unforgettable

ujar Calista sambil segera berjalan menuju posisi suaminya saat ini. Anna dan Jasmine kini terlihat bangga melihat sahabat mereka berdiri di depan orang banyak sambil mencurahkan pidatonya, salah satunya sebagai perwakilan angkatan. Sorakan tepuk tangan terdengar dengan jelas saat Michael menaruh mic kembali pada tempatnya, ia pun segera turun dari panggung dan hendak berjalan menuju ke arah Jasmine dan Anna.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai the moments
Baca
+Pustaka
Thirty Days

Thirty Days

Jadi hal itu percuma. Waktu terus berjalan, dan Nohan hanya diam sembari memandangi hujan yang kini tinggal rintiknya saja. Ada banyak hal yang selalu mengingatkan tentang kenangan, terutama hujan. Saat hujan turun malam-malam, Nohan melihat bagaimana ibu mengusir ayahnya. Nohan melihat bagaimana tatapan terluka milik ayah saat menatapnya, saat mengatakan harus pergi. Nohan bahkan tidak pernah mengira bahwa ayahnya akan pergi sejauh itu, ia kira ayahnya hanya pergi sebentar. Tapi nyatanya? Tidak, ayahnya benar-benar pergi, tidak bisa ia ikuti kemana jejaknya.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai the moments
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status