Hot Brother
“Berteriaklah, Sayang. Jalanan ini selalu sepi jika malam seperti ini. Ada kendaraan pun belum tentu mereka akan peduli.”
Kalila mundur ketakutan. Yang dikatakan pria itu memang benar. Beberapa menit ia menyusuri jalanan ini, hanya beberapa kendaraan saja yang terlihat lewat, itu pun cepat sekali.
“Tolong jangan ganggu saya, saya ingin pulang,” mohon Kalila mengiba.
Pria di hadapannya itu malah tertawa. “Setelah bersenang-senang, kami pasti akan mengantarmu pulang,” ucapnya memberi penawaran.