PERKARA UANG 300 RIBU
Aku yang mendengar itu seakan mendapat angin segar, kenapa gak kepikiran dari awal, ya.
"Nah, bener, itu. Lebih baik begitu," sahut Bu Ramlah. Tetangga sebelah Mbak Ida.
"Baik, Bu. Besok saya akan ke Bank, dan menyelesaikan perselisihan ini," balasku.
Mbak Ida masih diam, ia terlihat bingung namun berusaha menutupinya. Sampai suara Mas kurir membuyarkan lamunannya.
"Bu, paketnya gimana? totalnya seratus lima puluh delapan ribu sama ongkir," jelasnya.
Hot Chapters