Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Tanpa Suara

Cinta Tanpa Suara

"Apapun yang kau butuhkan, Gia. Apapun." Matahari mulai terbenam, menyisakan warna jingga yang di langit. Namun di kejauhan, di luar gerbang mansion yang megah, sebuah mobil hitam terparkir dalam kegelapan. Di dalamnya, seseorang dengan cincin emas berlambang elang di jarinya sedang memperhatikan mereka melalui teropong, sambil mencatat setiap pergerakan sang burung yang baru saja berani berkicau.
893 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
Seuntai Janji

Seuntai Janji

Author mematikan kamera, lalu memasukkannya ke tas. Jetski bergerak ke tengah, hingga orang-orang di tepi laut menjadi titik kecil di kejauhan. Sudut bibir Author mengukir senyuman, karena telah menuntaskan salah satu karya terbaiknya tahun ini. TAMAT
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
STARMOON

STARMOON

Aku Di Sini, Prints Liam Aku di sini, Prints Liam, Aku di sini di balik jendela. Sevilla direngkuh Kegelapan dan mimpi. Kerinduan menjejali aku, Aku diselubungi menara hitam, Aku di sini di balik jendela. Kau lihatkah? Diatas Menara ada jendela Mengapa kau berlama?.. Tidakkah rindu Lihatlah aku,
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
FATAMORGANA

FATAMORGANA

Begitu menderitanya kehidupan kami. 30 menit berlalu, aku keluar dari kamar mandi. Kulihat pria hidung belang itu masih pulas tertidur. Kuhampiri meja dan kuraih tas kerjaku. Di sana sudah ada selembar kertas berupa cek, tertulis seratus juta. Begitu mudahnya aku mendapatkan uang ini dari pria hidung belang yang tak kukenal. Kugadaikan mahkota ku dengan uang seratus juta. Walau tak kupungkiri, pria itu begitu menikmati permainan yang aku ciptakan semalam. Aku sendiri sempat terbawa terbang ke surga dunia itu.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
Revenge and Love

Revenge and Love

kata Natasya, lalu berjalan. Narendra menarik tangan Natasya dan membuat Natasya ada di dalam pelukannya. Kemudian muncul kilat dan tak lama setelah itu terdengar gemuruh. Natasya sangat ketakutan dan memeluk Narendra dengan erat sambil memejamkan matanya. Untuk sesaat Natasya melupakan seluruh kebenciannya hingga dia sudi memeluk Narendra, sedangkan Narendra tersenyum senang karena gadis yang dia cintai memeluk dirinya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Sia sudah duduk lagi, namun mulut manis itu bergumam, "bagaimana kalau yang di film itu kejadian di kereta ini." Beberapa orang melirik, lantas mendekati Sia yang tersenyum, apalagi mereka menyodorkan uang. "Ambil saja kembaliannya," ucap seorang penumpang memberi uang berwarna biru, wanita, terlihat sangat angkuh. Deryn tersenyum miring. "Dia kira zombie sungguh ada, hanya orang bodoh yang percaya dan membeli pisau itu."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
Takhta yang Dibayar Air Mata

Takhta yang Dibayar Air Mata

Dayang Sumbi merasa hatinya diiris-iris. Entah berapa lama waktu telah berlalu, guncangan tubuh itu perlahan mulai mereda. Arum menyibak selimutnya, menampakkan wajah yang berantakan oleh bekas air mata, tetapi anehnya terlihat begitu tenang. Dia menatap Dayang Sumbi yang matanya kabur oleh air mata. Suaranya terdengar serak, tetapi setiap kata yang terucap begitu tegas dan jelas, "Sumbi, cukup kali ini saja."
14.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
Beyond the Light

Beyond the Light

“Tentang segel yang membuat Valbuena tidak mengenal malam.” “Sejarah, ya … bahkan di sini pun tidak ada kisah yang terbukti kebenarannya. Orang tuaku selalu mengatakan bahwa keadaan Valbuena menjadi seperti sekarang karena ada perang yang meledakkan terlalu banyak energi. Karena energinya terlalu banyak, ada sesuatu yang berhasil menghancurkan langit,” jawab Ravi lalu melihat langit melalui jendela kamarnya. “Sejak lahir, aku sudah tidak mengenal malam. Sehingga, aku terbiasa hidup seperti ini. Hanya saja, setelah mengembara, aku menjadi tahu bahwa kegelapan malam itu ada.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Dunia

Di Antara Dua Dunia

Bab 3: Bayangan yang Membangkitkan Luka Langit Arangyeon sore itu dipenuhi kabut lembut yang menari di antara pepohonan tinggi dan bebatuan. Sinar matahari yang biasanya hangat kini tertahan awan gelap yang menggantung, seakan memberi peringatan akan sesuatu yang akan datang. Seo Haneul berdiri sendirian di tepi sebuah tebing yang menghadap ke lembah luas, di belakang kuil tua milik Elder Yoon. Angin yang berembus membuat rambut panjangnya menari, dan untuk sesaat, ia terlihat seperti bagian dari dunia ini—meski hatinya masih terasa asing.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Maafkan Abang, yo, Ra. Pagi tu, Abang masih penat. Malu jugo raso samo Asman. Tengok dio masak pepagi, rasa bersalah pulak Abang samo dio. Kironyo kelaku dio macam setan.” Aku membuang napas. Menatap ke arah luar. Hujan turun malu-malu. Suara petir saja yang menggelegar. Sekejab saja, air mata langit menghunjam ke tanah begitu cepat dan banyak. Aku tersenyum melihat limpahan air yang jatuh. Seolah mereka mengerti bagaimana perasaanku. Seolah mereka mengizinkanku membasuh karat-karat luka yang sudah menahun dalam hati. Seolah aku memang harus menyembuhkan diri sendiri dengan menceritakan semuanya.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai thousand autumns
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status