Rumah Tengah Hutan
Teman cicak itu hanya diriku, lalu kenapa aku harus meninggalkan dirinya pula?
Pelan-pelan dia meninggalkan diriku, mungkin berjalan menuju kamarnya. Entah dimana kamarnya. Aku tidak ambil pusing. Mataku sudah mengering, gatal, sepet, sudah saatnya menutupnya.
Untuk terakhir kalinya aku melihat cicak itu. Pergi melewati kepalaku di ata sana. Ah, tiba-tiba dia menjatuhkan ekornya tepat pada kepalaku. Untuk kenang-kenangan mungkin. Atau, ada maksud lainnya dengan menjatuhkan ekor ini?
ตอนยอดนิยม