The Ex Brother 2
Ini rasa mengantuk yang tidak tertahankan, karena semalam aku dan Rhys terjaga berjam-jam, nyaris sepanjang malam.
Kepalaku terkulai. Kuselamatkan dengan menyandarkannya ke belakang. Menikmati momen ini untuk tidur. Hampir semua penumpang yang lain pun kini sedang melakukannya. Ya, tidur. Ayo, tidur sebentar.
“Kau tidur dengan mulut terbuka, Olive. Mau dicium, ya?”
Samar, aku mendengar suara dalam mimpiku. Mimpi? Ya, mimpi saat kusadari diriku tertidur di kursi perpustakaan. Di depan sana ada Rhys yang sedang memilih buku di raknya.
Bab Populer