Suamiku, Nerakaku!
"Aku nggak mengganggunya."
Sarah mendengus. "Masa? Para penculik itu pasti sangat kejam padamu, 'kan? Kudengar ada tongkat, cambuk, dan juga alat pengeriting rambut yang kamu bawa waktu itu. Pasti sangat sakit waktu kena kulitmu, 'kan? Mereka memberimu makanan basi. Anjing saja nggak mau makan itu, tapi kamu malah makan."
Mataku terbelalak. Aku hampir tidak bisa berdiri. Hal yang paling tidak ingin kuingat malah diungkit oleh Sarah. "Gi ... gimana kamu bisa tahu?"