여기 time goes so fast와 관련된 98개의 소설이 있습니다. 일반적으로 time goes so fast와 같은 이야기는 Young Adult, Romansa 및 Horor 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 SENTUHAN PANAS PERTAMA TUAN DANTE부터 시작해보세요!
Aku masuk dengan enggan.
"Kenapa kau yang membawa mobilnya? Mana supirmu?"
"Hari ini aku yang akan mengantarmu, lalu berangkat kerja."
Jawabannya jauh dari pertanyaan yang aku ajukan. Benar-benar bodoh!
Perjalanan kami terasa sangat panjang. Entah mengapa waktu berjalan begitu lambat, andai aku bisa mempercepat waktu, aku akan mempercepatnya sehingga delapan bulan terasa seperti delapan hari atau bahkan delapan jam.
Waktu selalu terasa cepat berlalu saat kita berada dalam perasaan bahagia, gembira, dan perasaan positif lainnya. Namun, akan terasa sangat lambat, bahkan lebih lambat dari lari seekor kura-kura, jika kita berada dalam fase tidak bahagia. Itulah yang dirasakan Alexant sekarang.
Tapi, jiwa sosial Hanna tidak bisa hilang begitu saja.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 lebih 10 menit. Ternyata langit cerah membuatnya terlena dengan waktu yang seolah enggan untuk berganti petang. Dirinya harus segera mencari ojek untuk bisa mengantarnya pulang.
Waktu terus bergulir dengan kecepatan maksimal. Tidak ada apa pun atau siapa pun yang sanggup menghentikan perputaran masa. Semuanya melesat tidak terbatas dan membuat setiap insan berlomba-lomba menguasai waktu. Hingga semua rutinitas berlangsung runut dan lancar.
~Nirmala
Tau nggak apa yang paling aku kesel? Aku kesel sama jarum jam, kenapa lama banget bergeraknya. Aku ingin waktu berputar cepat, agar aku bisa segera bertemu kamu. Tapi, saat aku di sampingmu, waktu terasa sangat cepat berjalan. Padahal aku ingin waktu terhenti, sehingga aku bisa berlama-lama denganmu. ~Nirmala
******
Begitu cepatnya beranjak. Dari detik ke menit. Menit ke jam. Jam bergulir berganti hari. Hari ke minggu. Minggu ke bulan. Bulan menjadi berbulan-bulan dan tahun berganti. Semua itu tak lepas dari perputaran waktu yang lejitannya secepat meteor jatuh.
“Kita tidak sendirian.”
Udara di sekitar mereka bergetar halus. Tidak ada angin, namun dedaunan berdesir seperti disentuh oleh sesuatu yang bergerak terlalu cepat untuk dilihat.
“Kita harus cepat,” kata Laksmi. “Bayangan waktu telah bangun.”
Raka mengerutkan kening. “Bayangan waktu?”
Takut tertinggal.
Takut suatu hari orang-orang melihatmu dan berpikir, “hanya segini?”
Kamu tidak pernah bilang itu ke siapa pun.
Kamu tersenyum.
Kamu bercanda.
Kamu terlihat santai.
Tapi di dalam kepala, kamu sering menghitung.
Menghitung pencapaian orang lain.
Menghitung umurmu.
Menghitung waktu yang terasa berjalan terlalu cepat.