Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Melahirkan Anak Presdir Posesif

Melahirkan Anak Presdir Posesif

Clara memasukkan buah anggur ke dalam mulutnya, rasa manis seketika menyentuh indera perasanya. "Ini sangat manis," ucap Clara. "Tentu, Nona. Karena kami merawatnya dengan baik, serta memberi pupuk kualitas tinggi," balas Andrew. Selain buah Anggur muskat, juga terdapat anggur merah, anggur hitam, jeruk, pir, delima dan juga apel. Sepertinya Sebastian memang ingin memenuhi mansionnya dengan berbagai macam tempat wisata. Clara menggeleng mendengar ucapannya sendiri.
1041.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai timun mas buah
Baca
+Pustaka
Sukses setelah ditalak Tiga

Sukses setelah ditalak Tiga

Dengan semangat tukang sayur turun dari mobil. "Iya, sekilo aja. Buahnya tumben lengkap." Ines meraih buah naga, lemon, jeruk dan apel. "Iya, dong, Bu. Dapat modal tambahan. Bu Ines, ada kurma muda juga, katanya bisa bikin cepet isi." "Keren amat, Bang, segala kurma muda jual. Asli nggak?" lirik Ines diakhiri cengengesan.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 561 kali sebagai timun mas buah
Baca
+Pustaka
Kencan Buta CEO Tampan

Kencan Buta CEO Tampan

Ada kolam ikan juga. “Pak, kelengkengnya sudah matang,” beritahu Juan–tukang kebunnya. Arvin mendekat dan memetik sendiri. Dia memetik untuk Dara, karena tahu Dara yang memilih buah ini dulu. Arvin melihat ada tanaman yang paling berbeda dari yang lainnya. “Ini buah apa, Pak?” “Ini buah arbei, Pak. Saya tanam paling ujung karena sering ada ulat. Tapi sudah saya gunduli daunnya biar nggak banyak ulatnya nanti.”
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai timun mas buah
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

Rukma pun mengerutkan dahinya. "Kamu mau bohongin, Aku?" Dia tak percaya. "Mas Reiko itu sangat suka sekali makan kiwi, semangka, jeruk, mangga, gak mungkin Dia cuma beli apel! Dia malah kurang suka dengan apel karena gasnya sensitif untuknya. Mas Reiko itu punya masalah di lambungnya dan kalau Dia makan buah banyak gasnya, Dia itu bisa kembung."
967.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai timun mas buah
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Baca Semua Ulasan
Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam

Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam

"Lalu perkebunan apa?" Liora tersenyum lebar hingga deretan giginya yang rapi terlihat. "Kebun mangga!" Xavier tertegun sejenak. "Dan kebun rambutan," tambah Liora penuh semangat. Pria itu masih memilih untuk menyimak dalam diam. "Durian juga boleh dimasukkan ke dalam daftar. Oh, sama kebun jeruk dan lengkeng! Kalau stroberi tidak usah," rincinya tanpa jeda.
1030.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 817 kali sebagai timun mas buah
Baca
+Pustaka
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Apakah ia akan percaya atau justru akan semakin menghina kami seperti kemarin-kemarin. "Lihat ini, Vit. Di sini ada banyak buah-buahan. Ada anggur, jeruk, mangga, dan apel. Tidak seperti di rumah yang harus sampai ngiler saat ingin makan buah. Kamu masih ingat nggak saat hamil Aruna? ingin makan mangga, sudah mencari di mana-mana nggak ada karena sedang tidak musim. Kamu terus menangis sepanjang hari karena tidak nemu juga sampai beberapa bulan baru dapat. Nah, di sini ternyata ada, Vit. Ibu bisa makan buah kapan saja karena Asty ternyata gemar makan buah." Ibu mengambil sebuah mangga dan menunjukkan di depan ponsel.
18.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai timun mas buah
Baca
+Pustaka
Kecantol Cinta Janda

Kecantol Cinta Janda

“Rasa premium?” “Ya. Kalau kamu itu buah, pasti masuk golongan langka, manis, mahal, dan cepet habis kalau diburu orang,” jelas Kiwi sambil memainkan gelas airnya. “Makanya saya buru duluan sebelum diserbu yang lain.” “Kalau kamu, buahnya apa?” tanya Melon sambil bersandar. Kiwi menjawab cepat. “Saya? Pastilah alpukat. Luar agak keras, dalamnya lembut. Tapi kalau ketemu yang cocok, bisa dibikin jus bareng.”
10886 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai timun mas buah
Baca
+Pustaka
Sang Penabur Benih

Sang Penabur Benih

Ia tidak bisa seenak hati libur tanpa alasan yang tidak tepat. Tiga pekerja laki laki sedang membongkar isi truk buah dari Indonesia. Buah yang diimpor adalah buah yang tidak ada di Armidale selama musim gugur di bulan April seperti saat ini. Pisang, semangka, duku, jeruk Bali, salak, sawo, mangga, jambu biji, dan jambu air. "Apa tidak ada buah mangga yang sedikit cacat Pak Ral? Saya sangat mau." Bisik Gerard ketika ikut memilah keranjang mangga dengan pekerja yang lain.
7.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai timun mas buah
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Ia baru sadar buah yang dimakan Butao bukan sembarang buah. “Tunggu… bukankah itu… Buah Immortal!?” Buah itu berkilau seperti emas cair, aromanya menggoda. Dilan Yu menelan ludah. “Buah itu hanya berbuah seribu tahun sekali! Dan hanya seratus buah di setiap panennya! Itu buah suci yang bahkan para tetua dunia atas rebutkan… Tapi… di sini… makhluk dunia bawah memakannya seperti buah biasa!?”
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai timun mas buah
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Kau Miliki

Setelah Aku Kau Miliki

"Ada lauk dan buah." Naima ikut membongkar satu tas kresek dan ia langsung mengerjapkan mata, terkejut. Shine muscat hijau yang gemuk-gemuk dan anggur merah memenuhi satu kresek. Di kresek lain, ada beberapa jenis apel. "Mas, ini banyak sekali. Nggak habis dimakan berhari-hari. Mas borong di toko buah?" "Buahnya masih fresh, Nai. Baru datang kata penjualnya. Makanya Mas beli banyak. Nanti bisa disimpan di kulkas. Supaya kamu nggak keluar untuk membeli kalau lagi pengen."
10107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai timun mas buah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status