Mendengar lantunan itu selalu bikin aku mellow, jadi aku suka memecah frasa 'sholawat salamun salamun' jadi potongan-potongan kecil supaya jelas bunyinya.
Pertama-tama, pecah jadi suku kata: 'sho-la-wat sa-la-mun sa-la-mun'. Untuk fonetik yang lebih dekat dengan pelafalan Arab, kamu bisa bilang: 'shoh-la-wat sa-laa-mun sa-laa-mun' — di mana huruf 'sh' seperti pada kata 'shelf', vokal 'o' mirip 'o' pada 'sore', dan 'aa' agak ditahan sedikit (panjang). Huruf 'n' di akhir 'salamun' biasanya terdengar agak nasal, jadi biarkan udara mengeluarkan suara 'n' lembut.
Cara latihannya, mulai pelan: ucapkan setiap suku kata terpisah lalu sambung pelan-pelan sambil mengikuti melodi. Kalau ada bagian yang dilamaikan di lagu, seperti 'salaaa-mun', tahan vokal 'a' sesuai melodi. Juga, perhatikan napas — sholawat biasanya butuh kontrol napas agar huruf yang dipanjangkan tetap enak didengar. Aku suka merekam diri sendiri saat latihan; kadang apa yang kudengar bikin aku tahu harus menekankan suku kata mana. Intinya, jangan takut mencoba variasi tempo dan dengarkan versi dari para qasidah atau group pengajian sebagai referensi; tiap tempat punya nuansa yang berbeda, dan itu bagian dari keindahan praktik ini.