Mawar Merah Di Ujung Penyesalan
Di lantai dua vila, tirai jendela tampak sedikit bergoyang.
Tania berdiri di balik jendela, menyaksikan drama konyol di bawah sana, melihat pria yang dulunya begitu berkuasa kini diseret pergi seperti orang gila. Tidak ada ekspresi apa pun di wajahnya, hanya di lubuk matanya yang terdalam, melintas sedikit gejolak rumit yang bahkan tidak dia sadari sendiri.
Lalu, dia menarik tirai rapat-rapat, memutuskan segalanya dari luar.