Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelayan Kesayangan Tuan Mafia

Pelayan Kesayangan Tuan Mafia

ucapnya. "Ya umi" ucap Leya. Makanan datang ke sana, Emly memberikan satu mangkuk makanan pada Leya. "Kamu makan di meja yang kosong saja ya, aku mau makan di sini bersama dengan dia dan uminya" bisik Emly. "Ya baiklah" ucap Leya. Leya mengambil mangkuk dan satu gelas air minum. "Umi saya permisi akan makan di sana, saya terbiasa makan sendiri" ujar Leya sambil tersenyum pada ibunya Haddad.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai today's menu for the emiya family
Baca
+Pustaka
CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

CELASEMARA (Haruskah aku melepaskanmu?)

pinta Kara yang sudah duduk di kursi dekat jendela. "Kenapa?" Imel masih berdiri di sisi meja. "Sore nanti, suami dan anak-anak ngajak makan malam, aku nggak mau kebanyakan makan karbohidrat," cengir Kara. Imel tersenyum, ia lalu berdiri di meja pemesanan, ia juga tak ingin makanan berat, cukup soto ayam dan es jeruk. Tak lama Imel kembali ke meja, pesanan mereka akan diantar pelayan.
9.789.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai today's menu for the emiya family
Baca
+Pustaka
CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

Meja panjang yang disiapkan untuk seluruh keluarga tampak penuh. “Mama, ini enak sekali,” puji Aldric saat mencoba daging teriyaki Mama Emi. “Makanlah, Nak. Mama tau kamu pasti menyukai ini.” Mama Emi menambahkan banyak daging teriyaki ke piring Aldric. “Mam! Tapi, tidak sebanyak ini. Astagfirullah,” Aldric berkomentar ngeri melihat piringnya.
10117.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai today's menu for the emiya family
Baca
+Pustaka
Maid Kesayangan Bos Mafia

Maid Kesayangan Bos Mafia

Gerakannya lembut. Tiba di meja makan, Emily mengambilkan makanan untuk Dominic. Tangannya bergerak tenang meski ia sadar tatapan pria itu terus mengikutinya. “Apa ini?” tanya Dominic. “Sup iga dan udang tepung. Makanan sederhana. Bisa menghangatkan tubuh dan memperlancar selera makan,” jelas Emily. Pandangannya sempat beralih ke jendela. Rintik hujan membasahi kaca, membuat udara terasa lebih dingin. “Apalagi hari ini hujan.”
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai today's menu for the emiya family
Baca
+Pustaka
Humaira (Hati yang Mendua)

Humaira (Hati yang Mendua)

Dia tahu pasti kalau saat ini Humaira memikirkan Dimas. "Kenapa diam? Nikmati malam ini dan lupakan sejenak Dimas." Emran memagut bubir Humaira. "Mandi dulu. Aku siapin makan untuk kamu." "Ok Sayang," Emran pergi ke kamar mamdi. Sementara Humaira melangkah menuju dapur Emran yang minimalis. Humaira membuka kulkas tak banyak bahan makanan yang tersedia di sana hanya ada telur, ikan, daging cincang dan beberapa sayuran. Dia mengambil dua telur yang mudah memasaknya. Pada dasarnya dia memang tidak suka memasak. Lalu dia memgambil indomi. Humaira memasak untuk dua porsi. Dia menyalakan kompor dan memanaskan air. Tiba-tiba Emran memeluknya dari belakang dan mencium tengkuknya. Humaira terkejut da
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai today's menu for the emiya family
Baca
+Pustaka
Antara Kamu dan Putraku

Antara Kamu dan Putraku

“Justin mau mie sama telor saja, Ma. Elena berlalu ke ruang makan, sementara Justin menunggu di ruang keluarga sambil bermain ponsel. Tidak tampak Ratih maupun Karmila. Sepertinya mereka berdua berada dalam kamar Ratih, yang kini juga ditempati Karmila. Dengan rasa penasaran, Elena membuka tudung saji. Tampak masakan yang dimasak Karmila hari ini, sayur lodeh dan oseng-oseng tempe dengan banyak irisan cabe hijau. Wajah Elena terlihat kesal. “Pantas saja Justin tidak mau makan. Padahal Ibu tahu kalau Justin tidak kuat dengan masakan pedas.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai today's menu for the emiya family
Baca
+Pustaka
Don't Be Silly. It's Precious

Don't Be Silly. It's Precious

Ini enak sekali. Aku mengambil lebih banyak dan memakannya dengan rakus. Kelakuanku sekarang malah membuat ayahku dan Olivia tertawa sehingga meja makan ini terasa hangat karena dipenuhi tawa. Aku lalu memakan yakimeshi yang merupakan nasi yang ditumis dengan beberapa bahan lainnya serta sayur dan daging. Aku menyuapnya ke mulutku dan aku kembali mengumpat di dalam hatiku. Sial. Kami menghabiskan jam makan malam ini dengan penuh suka cita. Tidak ada makian maupun sesuatu yang pecah. Semua ini terasa menyenangkan, aku dan keluarga baruku.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai today's menu for the emiya family
Baca
+Pustaka
Istri Nakal Mas Petani

Istri Nakal Mas Petani

“Maaf kalau ganggu tidurnya,” kata Bu Emi pada Sully dengan tangan masih berada di pegangan pintu. Sully meregangkan tubuh dengan mengangkat satu tangan dan tangan lainnya masih memegangi selimut. “Enggak apa-apa, Bu. Ibu masak apa hari ini?” “Masak opor ayam kampung kesukaan Pak Wira,” jawab Bu Emi. “Saya juga suka. Berarti itu masaknya buat saya juga, kan? Bukan buat Pak Wira aja,” kata Sully.
10822.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32.9K kali sebagai today's menu for the emiya family
Tampilkan Ulasan (334)
Baca
+Pustaka
evvimn
entah berapa ratus ribu rupiah yang saya habiskan untuk membeli koin untuk membaca buku ini... Tapi semua itu worthed, bukunya bagus banget... saya bisa nangis, tertawa, senyum senyum sendiri ketika membaca buku ini....
Maxime & Reina 🩵
Aku baca bulan september 2024. Gak sengaja baca ternyata se keren itu, semenyentuh itu, sosok wira dan sulis bner bner luar biasa. Makasih kak atas karya nya.. Semoga ngga hilang kalo mau baca lagi.. 🩵🩵............
Baca Semua Ulasan
Damai Dalam Poligami Sesion 2

Damai Dalam Poligami Sesion 2

“Yah kabur.” “Sudah sana jangan ngalangin jalan,” kata Wira sambil melenggang pergi meninggalkan adik perempuannya yang garuk kepala tak gatal. Sementara di tempat lain Ema sedang asyik menikmati semangkuk mie ramen viral yang ditontonnya di media sosial. Bibir merahnya semakin merekah karena level mie pedas tinggi. Mulutnya tak henti mendesis tetapi suapannya juga tak berhenti. Tangan kanan sumpit dan tangan kiri gelas jumbo berisi es teh manis.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai today's menu for the emiya family
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status