Cinta untuk Tabitha
Tabitha meletakkan seteko kopi susu berikut dua gelas kosong di atas meja kecil di dalam kamar kosnya.
Tiba-tiba, ponselnya berbunyi.
Tabitha lekas meraih ponsel itu dari atas meja, di samping teko kopinya.
“Iya, Bu? ... Ooh, Ibu sudah sampai di depan Minimarket? Dari situ sudah nggak jauh kok, Bu! Tinggal belok kanan, setelah itu lurus! Rumah kos Bitha ada di sebelah kanan, yang rumahnya dua lantai ya, Bu! ... iya, Bu! Bitha tunggu di depan pintu gerbangnya ya!”
Hot Chapters