Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hatiku Hancur Bersama Perceraian yang Dilayangkan

Hatiku Hancur Bersama Perceraian yang Dilayangkan

"Bu Libby, sebaiknya kamu tetap tanda tangan perjanjian cerai ini. Kalau nggak, aku susah mempertanggungjawabkannya pada Pak Mike." Pengacara pribadi Mike, Chairil, berdiri di depan Libby dengan ekspresi cemas. Di tangannya tergenggam satu eksemplar perjanjian cerai yang masih baru. Ini adalah ke-33 kalinya Mike meminta cerai darinya. Pertama kali, Libby memanjat ke rooftop, melompat turun, dan satu kakinya patah. Kedua kali, Libby menggunakan pisau kecil untuk mengiris arteri besar di pergelangan tangannya. Darah segar memenuhi setengah kamar mandi. Ketiga kali, Libby menenggak satu botol penuh obat tidur, lalu menjalani cuci lambung selama tiga hari di rumah sakit. .... Setiap kali, dia menggunakan kematian untuk memaksa Mike berkompromi. Namun kali ini ... dia tiba-tiba merasa lelah.
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Kebohongan Sahabat Masa Kecilku

Kebohongan Sahabat Masa Kecilku

Aku sudah berjanji menemani teman masa kecilku yang dirundung untuk pindah sekolah, tetapi dia berubah pikiran sehari sebelum berkasnya distempel. Temannya mencibir, "Gila sih kamu. Pura-pura dirundung selama ini cuma buat menipu Aurelia supaya ikut kabur." "Dia itu teman masa kecilmu, apa kamu benar-benar tega membiarkan dia pergi sendirian ke sekolah yang asing?" Lorenzo berkata dengan datar, "Hanya sekolah lain di kota yang sama, memang bisa sejauh apa?" "Setiap hari ditempeli dia saja aku sudah merasa bosan, jadi ini malah pas." Hari itu aku berdiri lama di luar pintu, akhirnya memilih untuk berbalik pergi. Hanya saja, pada formulir pindah sekolah, aku mengubah SMA I Kota Haidiaz menjadi SMA luar negeri yang diminta orang tuaku. Semua orang lupa, aku dan dia sejak awal memang jauh berbeda, ibarat langit dan bumi.
14.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Dokter Karina di Tanah Afrika

Kebangkitan Dokter Karina di Tanah Afrika

Sebelum menyadari semuanya, aku telah menjadi istri tak berharga yang berdiri di samping suamiku, Arya Sudiro, yang merupakan seorang bos mafia. Seorang ibu rumah tangga yang tenggelam dalam urusan rumah, sementara suamiku bermain-main dengan sekretarisnya sendiri, Vina, yang umurnya sepuluh tahun lebih muda dariku. “Dia itu pintar,” kata Arya suatu kali. “Dia tahu bagaimana cara membantuku.” Malam itu adalah ulang tahun pernikahan kami yang kesepuluh. Aku melihat sebuah gaun mewah rancangan desainer dan kalung yang diletakkan di ruang tamu. Untuk sesaat, aku merasa sangat bahagia. Aku mengira Arya akhirnya memutuskan untuk mengajakku ke pertemuan para bos mafia tahunan dan memperkenalkanku sebagai istrinya. Tapi ternyata gaun dan perhiasan itu untuk Vina. Malam itu, aku juga memergoki Arya sedang menyelinap masuk rumah bersama Vina. Keduanya tampak mabuk, mereka saling bermesraan seolah tidak ada siapapun di rumah itu. Aku pun menelepon seseorang. “Saya bersedia bergabung dengan program Dokter Lintas Batas. Saya akan pergi ke sana.” Sebelum menikah dengan Arya, aku sudah memiliki masa depan gemilang di bidang kedokteran. Tetapi, aku memutuskan untuk melepaskan semuanya demi pria itu. Dan, sekarang? Sudah saatnya untuk kembali memikirkan diri sendiri dan meninggalkan semua yang sebenarnya tidak pernah menjadi milikku.
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Di Kala Kematian Anak Kembarku

Di Kala Kematian Anak Kembarku

Saat hari raya, suamiku menjemput anak kembar kami pulang sekolah, tapi tiba-tiba mendapat telepon dari wanita pujaan hatinya. Dia pun meninggalkan anak-anak di pinggir jalan dan menyuruhku menjemput mereka. Aku meninggalkan klien yang sedang kutemui dan bergegas menjemput anak-anak. Sayangnya, aku terlambat. Anak sulungku tertabrak mobil dan terlempar, sedangkan adiknya sekarat di pelukanku, merintih kesakitan sambil terus memanggil-manggil ayahnya. Ambulans belum tiba, ayahnya belum datang juga, akhirnya anak bungsuku meninggal. Aku memeluk tubuh kedua putriku dan meratap di jalan. Wanita pujaan hati suamiku mengunggah sebuah foto di media sosial dilengkapi tulisan: [Pengakuan cinta yang paling tulus adalah kehadiran kapan pun saat dibutuhkan. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar bagiku!] Di belakang tulisan itu ada enam emoji bibir merah. Fotonya menunjukkan kepala suamiku dan pujaan hatinya bersandar satu sama lain, tangan mereka terulur ke atas kepala, membuat bentuk hati. Dengan hati hancur, aku mengirimkan postingan itu kepada suamiku sambil mengirim pesan: [Anak-anakmu nggak sepenting pujaan hatimu?] Pada hari pemakaman, dia baru menjawab dengan tidak sabar: [Anak-anak sudah tujuh tahun, apa masih perlu didampingi setiap saat?]
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Ketika Ingatan Pulih, Aku Melepaskan Cintaku

Ketika Ingatan Pulih, Aku Melepaskan Cintaku

Ada sebuah aturan tidak tertulis di dunia mafia Corvano. Saat seorang ketua mafia mempertahankan wanita baru di sisinya selama tiga bulan berturut-turut, sang nyonya harus secara pribadi melepas cincin meterai yang melambangkan kekuasaannya dan memakaikannya ke jari wanita baru itu di depan seluruh keluarga. Ketika suamiku, Lukas, ketua dari Keluarga Nugraha, mengumumkan bahwa dia akan membawa Mia pergi berdua untuk perjalanan bisnis selama tiga bulan, seluruh dunia mafia Corvano menunggu reaksiku. Aku sudah bersama Lukas Nugraha selama tujuh tahun. Aku mengikutinya ke mana pun dan menolak berpisah darinya. Bahkan di tengah malam, aku sering terbangun hanya untuk menyentuhnya, memastikan dia masih ada di sana agar aku merasa tenang. Mereka semua tahu betapa posesifnya aku dan mereka bertaruh aku tidak akan pernah bisa melepaskannya. Namun, saat Mia mengulurkan tangannya kepadaku dengan suara manis yang dibuat-buat, aku bahkan tidak meneteskan air mata sedikit pun. Dengan tenang, aku melepas cincin meterai berukir lambang keluarga itu dan menyelipkannya ke jari manisnya. Lukas, yang bersandar santai di kursi kulit di ujung meja, memutar gelas wiski di tangannya. Dalam mata birunya melintas kepuasan. "Elara, akhirnya kamu tahu posisi dirimu." Aku menunduk menatap jariku yang kini kosong, tanpa mengatakan sepatah kata pun. Yang tidak Luca ketahui adalah, sebulan lalu aku telah mendapatkan kembali seluruh ingatanku yang hilang selama tujuh tahun. Aku sama sekali bukan anak jalanan yatim piatu, melainkan putri Keluarga Ruswita yang telah lama hilang. Keluargaku adalah keluarga paling berkuasa di antara keluarga-keluarga Dunia Lama. Tiga hari lagi, konvoi bersenjata milik kakakku akan memasuki Corvano untuk membawaku pulang.
13.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Garis Keturunan yang Tercemar

Garis Keturunan yang Tercemar

Aku hamil delapan bulan. Satu kontraksi serasa seperti sebilah pisau yang merobek tubuhku. Namun suamiku, Darren sang bos mafia, menolak membawaku ke rumah sakit. Anggi, istri dari mendiang kakaknya, juga sedang menunggu waktu melahirkan. Untuk membuka jalan agar dia bisa melahirkan lebih dulu, Anggi menunjukkan apa yang disebut-sebut sebagai bukti perselingkuhanku, bersikeras bahwa anak yang kukandung tidak memiliki darah Keluarga Pandita. Karena pewaris Keluarga Pandita haruslah cucu laki-laki pertama yang lahir. Darren memercayainya. Dia mengurungku di sebuah gudang anggur tua yang terbengkalai. "Jangan sedetik pun kamu pikir aku nggak tahu apa yang sudah kamu lakukan. Dengar baik-baik. Kamu nggak akan melahirkan anak haram itu sebelum aku memastikan sendiri garis darahnya." "Anak Anggi berdarah murni. Aku harus memastikan anaknya menjadi cucu laki-laki pertama keluarga ini." Aku berusaha mati-matian untuk menjelaskan semuanya. "Air ketubanku hampir pecah! Aku mohon, bawa aku ke rumah sakit! Dia anakmu! Aku bersumpah demi nyawaku!" "Aku nggak akan pernah memperjuangkan posisi pewaris! Aku cuma ingin bayiku selamat!" Darren menendangku dan melirikku dingin. "Siapa yang tahu kalau nanti kamu berubah pikiran? Jangan khawatir. Aku akan kembali setelah Anggi melahirkan. Saat bayi itu lahir, aku akan melihat sendiri siapa ayahnya." Beberapa saat kemudian, ketika dia menatap bayi yang menangis di pelukan Anggi, barulah dia teringat padaku. Namun, salah satu anak buahnya datang melapor dengan suara gemetaran. "Bos, Nyonya ... dan anaknya .... Mereka berdua sudah meninggal."
12.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Belenggu Sang Bos Mafia

Belenggu Sang Bos Mafia

Seminggu sudah berlalu, dan Tonny akhirnya menyadari bahwa aku tak lagi meminta-minta uang padanya. Saking senangnya, pria itu sampai meluangkan waktu untuk mengirimiku pesan singkat, sebuah pujian yang langka. [Sayang, akhirnya kamu paham juga caranya jadi istri ketua mafia yang pantas.] Dia bahkan menambahkan janji manis. [Obat khusus buat ibumu sudah aku kirim. Selama kamu bersikap manis dan tidak serakah, aku akan kasih segalanya buat kamu.] Tonny tidak tahu, saat pesan itu masuk, aku sedang berdiri di depan mesin cetak, menunggu lembar demi lembar surat cerai keluar. Saat itu aku masih mengenakan gaun usang dari tiga tahun yang lalu. Di balik kemewahan statusku sebagai istri ketua mafia yang ditakuti, tak ada yang percaya bahwa untuk sekadar membeli pembalut pun, aku harus mengemis pada Helen, orang kepercayaannya. Aku pun harus mengajukan izin tiga hari sebelumnya hanya untuk bisa keluar rumah. Tonny selalu berdalih bahwa itu semua demi melindungiku. "Di luar sana terlalu berbahaya, Sayang. Kamu cukup diam di rumah aja." Namun, segalanya hancur seminggu yang lalu. Saat Ibu kritis, aku memohon pada Helen agar mengizinkanku pergi tanpa melewati prosedur birokrasi yang konyol itu. Helen sengaja menahanku selama lima hari dan baru melepaskanku setelah Ibu mengembuskan napas terakhir. Obat khusus? Buat apa lagi? Ibu sudah tiada, dan kesabaranku pun sudah habis.
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Baru setelah membaca catatan harian di akun anonim milik Juan Biantara tentang pertemuan kembali setelah sekian lama, Olivia Nismara akhirnya sadar bahwa selama tiga tahun pernikahan mereka, pria itu ternyata selalu mencintai adiknya. Di hari ketika dokter memvonis usianya tidak akan bertahan lebih dari sebulan, Juan justru sedang menghadiri acara makan hotpot bersama sang cinta sejati, yang juga adik Olivia. Dia membalikkan ponsel dan membiarkan panggilan dari Olivia terabaikan di atas meja dengan santai. Juan berkata, "Melda jarang pulang. Bulan ini aku mau lebih banyak menemaninya." Saat Olivia menjalani kemoterapi hingga muntah dan pingsan, Juan menulis di buku hariannya, [Aku mengajaknya berjalan di sepanjang jalan rindang di almamater kami. Rasanya seperti kembali ke masa lalu.] Ketika rasa sakit membuat Olivia sampai memuntahkan darah di hadapannya, pria itu malah pergi tergesa-gesa. "Anjing peliharaan Melda sakit. Aku harus membawanya ke dokter." Malam pergantian tahun, Olivia meninggal sendirian di kamar rumah sakit. Sementara Juan sedang bersulang bersama keluarganya di bawah gemerlap kembang api. Saat membuka mata lagi, Olivia mendapati dirinya kembali ke titik balik takdirnya. Juan menerobos hujan dengan mata memerah, berusaha meraih dirinya. "Olivia, di kehidupan ini aku nggak bakal mengecewakanmu lagi!" Namun, Olivia hanya berbalik dengan tenang. "Tuan Juan, permisi. Kehidupanmu itu, aku nggak berniat ikut menjalaninya lagi."
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Sepuluh Tahun Saling Menatap, Tak Seindah Saling Melupa

Sepuluh Tahun Saling Menatap, Tak Seindah Saling Melupa

Pada hari ulang tahunku, Alex yang memberi bocoran di media sosial bahwa malam nanti akan memberiku kejutan …. Malah lebih dulu membuatku melihat foto dirinya yang dikirimkan ke media sosial oleh asistennya. Di dalam foto, dia tampak sedang menunggangi kuda bersama asisten wanitanya sore itu. Di foto itu, kerah baju Alex terbuka dan memperlihatkan bekas kemerahan di dada berototnya. [Pengalaman pertama dalam hidup, terima kasih padanya ….] Kolom komentarnya langsung ramai orang-orang yang ikut menggoda: [Iri sekali bisa menyentuh otot dada sebagus itu ….] [Posisi begini memang sulit dikendalikan ….] Bahkan Alex sengaja memberi like pada komentar itu. Hatiku menjadi dingin sepenuhnya. Aku selalu mengira dia hanya bersikap lebih bebas saat bersamaku, tetapi ternyata … dia bisa begitu dengan siapa pun. Aku sendiri yang memandikan kudanya dan menghapus semua jejak yang tersisa. Lalu mengalihkan kepemilikan arena berkuda itu kepadanya. “Kuda-kuda yang tersisa ini boleh kamu berikan pada siapa pun. Pilih saja sesukamu.” Melihat ekspresi wajahnya yang begitu gembira, akhirnya aku menyetujui perjodohan keluarga.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Ketika suamiku, Rocco dari Keluarga Fauzian, menutup teleponku untuk ke-99 kalinya, aku menyeret tubuhku yang sudah berada di tahap akhir leukemia melangkah masuk ke kantor penasihat hukum keluarga. "Selamat siang, saya ingin mengajukan perceraian." Namun, sepuluh menit kemudian Rocco sudah menerima kabar itu dan menerobos masuk bersama keluargaku. Pemimpin keluarga itu baru masuk, lalu langsung menamparku. "Demi mengacaukan pesta kenaikan jabatan Sofia, kamu menyalahgunakan nomor komunikasi darurat? Otakmu taruh di mana?" Laporan diagnosis yang kugenggam, direbut paksa oleh ibuku. Dia melirikku lalu mencibir sambil tertawa sinis. "Pura-pura sakit untuk cari simpati, cuma supaya kami memperhatikanmu. Claire, dari kecil sampai besar, berapa banyak kebohongan yang sudah kamu buat?" Sofia menarik lengan Rocco sambil menahan tangis. "Maafkan aku, Kak Claire. Aku seharusnya nggak menerima kenaikan jabatan itu. Kumohon, jangan sakiti dirimu dan Rocco lagi!" Aku menyeka darah yang terus mengalir di sudut bibirku, lalu kembali menghadap pengacara. "Aku sudah nggak punya keluarga lagi. Demi tidak menunda proses kremasi jenazahku tiga hari lagi, tolong bantu selesaikan proses perceraian secepatnya."
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai toxic relationship
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
4243444546
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status