PENDEKAR TAPAK DEWA
tanya Putri Mantika pada La Mudu sembari tetap menatapnya tanpa berkedip.
“Oh, saya La Mudu, Tuan Putri, calon pajuri baru. Maafkan saya jika apa yang barusan saya lakukan dianggap lancang,”jawab La Mudu dengan ramah sembari melepaskan rangkulan pada tubuh Putri Mantika yang ia yakini adalah saudara kembar dampitnya itu.
“Oh tidak,”sahut Putri Mantika dan tersenyum, “justru saya mengucapkan terima kasih padamu, Pemuda Gagah!”