Godaan Ibu Kos Cantik
Tak ada guratan panik, gugup, atau bahkan rasa bersalah di wajahnya.
Rasanya, bagai terhunus panah yang mengoyak luka Dimas kian dalam.
“Dim, buat kamu.”
Dimas menoleh ketika Karina mengangkat salah satu cangkir kopi, menyerahkannya padanya. Ditatapnya cairan hitam yang mengepulkan uap panas itu. Senyum Dimas mengembang getir.
Jujur, Dimas tertarik. Karena kopi ini aromanya unik, sedikit bercampur rempah dan intensitas wanginya kuat.