Dua Sisi Menantu
Mas Ilyas menatap mataku dalam, mengangkat tangan, meletakkannya dikepalaku.
"Bismillah, allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa," ucap Mas Ilyas pelan lalu mendaratkan ciumannya di kening, dan kedua mataku.
'Bismillah, Ya Allah karuniakan lah anak -anak yang sholeh dam sholeha untuk kami,' gumamku dalam hati.
02.45
"Mas," panggilku parau.