Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hati yang Terikat Takdir

Hati yang Terikat Takdir

tanya Wulan sambil mencelupkan jari-jarinya ke pasir, membuat bulatan-bulatan kecil di tanah. Intan terdiam sesaat, matanya tetap memandang ke arah lautan, seolah mencari jawabannya di sana. “Kadang, aku merasa hidup yang dulu aku jalani itu bukan hidupku sendiri,” katanya pelan, hampir seperti bisikan. “Ada terlalu banyak ekspektasi, terlalu banyak peran yang harus aku jalani. Aku seperti kehilangan diriku sendiri di dalamnya.”
2.3K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as tulisan ekspektasi
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Bara duduk di kursi, menyesap teh hangat dengan wajah damai. “Bagaimana bisa kau tetap tenang, Bara?” akhirnya Risa bertanya, suaranya nyaris bergetar. “Aku hampir hancur tadi. Rasanya seperti… semua harapan runtuh sekaligus.” Bara menatap cangkirnya, lalu menoleh dengan senyum lembut. “Karena aku sudah tahu dari awal, Risa. Harapan bukan sesuatu yang datang dari Dewan. Harapan lahir dari kita sendiri. Kalau kita menunggu orang lain memberi, kita akan menunggu selamanya.”
1.4K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as tulisan ekspektasi
Read
+Library
Istriku, Kekasih Abangku

Istriku, Kekasih Abangku

“Dan setelahnya kamu menuduhku hidup dalam angan-angan dan mimpi memiliki kisah cinta pertama yang indah sehingga mengabaikan kenyataan yang sebenarnya bahwa dia memiliki maksud lain terhadapku?” “Ekspektasi terkadang memang membutakan,” ungkap Inka ngeri sambil meraih toples berisi camilan kacang goreng. Ia membukanya, memakan dengan santai tanpa memedulikan tatapan membunuh dari Ana.
5.1K viewsOngoingAdded to Library 166 Times as tulisan ekspektasi
Read
+Library
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

ucap Dirga. Aku hanya mengangguk pelan membuatnya tersenyum lebar mengusap air mata ku. Dalam sebuah perjalanan, acapkali kita banyak sekali merencanakan hal indah. Kenyataannya ekspektasi itulah yang nantinya akan melukai diri sendiri. Layaknya berjalan melewati sebuah padang pasir. Seseorang hanya mempertimbangkan membawa alat untuk mencegah panas seperti persediaan air.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as tulisan ekspektasi
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

Sebab, jika kita terlalu tinggi dalam berekspetasi, maka kita akan merasakan sendiri, ekspetasi itu akan menyakiti diri kita lebih dari orang lain menyakiti kita. "Ohh begitu mas. Berarti apa yang kamu bilang dulu, itu bener ya mas. Aku beruntung banget." "Ehhmm,,,iya benar. Aku mengatakan hal itu sesuai dengan apa yang aku alami dan aku pelajari. Aku tidak ingin membuat asumsi. Walaupun, ada sedikit bumbu fantasi dalam setiap orientasi yang aku katakan. Hahaha." "Hehehe, gapapa mas. Kamu kan anak filsafat. Jadi wajar aja kalau bisa bilang itu. Ditambah lagi, kamu suka banget pelajaran sastra. Komplit deh pokoknya."
2.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as tulisan ekspektasi
Read
+Library
Liontin Merah Delima

Liontin Merah Delima

Insting netizennya emang luar biasa. "Memang ada masalah lain." Aku mengaku. "Ada apa Dill?" "Hanya kesalahan pahaman sepertinya, dan mungkin aku terlalu berharap." Kataku lesu. "Emang loe berharap kenapa?" "Sebenarnya bukan berharap. Cuman kayaknya gue terlalu berekspektasi tinggi." "Iya, emang berharap sama ekspektasi apa bedanya?"
10605 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as tulisan ekspektasi
Read
+Library
Tentang Harapan

Tentang Harapan

Benar-benar terkejut melihat tubuhnya yang penuh ruam. Jihan menyalakan shower, lalu tubuhnya beringsut jatuh ke lantai dengan isak tangis yang menjadi. Hancur, itulah yang dirasakannya. Ulang tahun yang diharapkannya sedikit mendapatkan kebahagiaan sudah buyar tak beraturan karena tak sesuai dengan keinginannya. Terkadang realita dan ekspektasi memang selalu mengkhianati.
4.0K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as tulisan ekspektasi
Read
+Library
Expect The Glimmer [Indonesia]

Expect The Glimmer [Indonesia]

Asri dan sejuk, itu yang pertama kali ia lihat. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi apa pun sedari tadi. Bahkan bibirnya pun sama datarnya. Inikah yang dirinya inginkan sekarang? Melihat semuanya berakhir dengan kekacauan? Ah, tidak! Semua sudah sesuai dengan harapan. Harus ada yang dikorbankan di sini. Bibirnya menyeringai sebelum kakinya menginjakkan gas untuk pergi dari sini. Ia juga bisa melihat dengan jelas, tanaman-tanaman yang berada di pot itu sudah semakin layu karena tidak ada yang mengurus.
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as tulisan ekspektasi
Show Reviews (24)
Read
+Library
Silver Eyes
PUEBI-nya rapi banget. Narasinya bagus pakai showing. Sesuai selera bacaan yang aku suka. Diksinya beragam nggak ngebosenin. Ceritanya sarat muatan lokal. Perbedaan kelas sosial di sini digambarkan dengan apik. Tulisan yang cantik.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

“Justru itu. Aku takut ekspektasi orang terlalu tinggi. Takut kalau buku selanjutnya nggak akan bisa nyentuh mereka lagi.” Reyan memandangi wajah Jasmin yang penuh keraguan. Lalu perlahan, ia membelai rambutnya. “Kalau kamu terus mikirin ekspektasi, kamu nggak akan pernah nulis lagi. Menulislah karena kamu mau, bukan karena harus bikin orang terharu.” “Tapi sekarang orang tahu kisahku. Mereka tahu aku dan kamu…” Reyan menyelipkan sehelai rambut Jasmin ke belakang telinga. “Biarkan mereka tahu. Biarkan mereka bicara. Yang penting, kamu jujur. Seperti yang selalu kamu lakukan.”
106.4K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as tulisan ekspektasi
Read
+Library
Menantu yang Tak Diharapkan

Menantu yang Tak Diharapkan

Udara terasa berbeda —lebih ringan, seolah jarak fisik perlahan menjauhkan mereka dari tekanan yang tak terlihat. “Beberapa hari,” ulang Arga. “Itu rencana, atau harapan?” Aluna terdiam sejenak. Lalu menjawab jujur, “Harapan.” Jawaban itu membuat Arga mengeratkan setir lagi. Harapan selalu lebih berbahaya daripada rencana. Karena harapan mudah digagalkan. “Kalau mereka menelpon?” tanyanya. “Aku akan jawab,” kata Aluna. “Seperlunya.”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as tulisan ekspektasi
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status