MENYUSUI TUYUL
Dia mengambil handphone miliknya yang berada di saku celananya yang sedikit basah.
Dengan tangan bergetar pemuda itupun berusaha menulis apa yang dia alami. "Jangan bawa aku ke mana-mana, Rel. Aku takut, orang itu tahu, aku sudah melihatnya." Farrel dan Pak Haji Imran saling pandang membaca tulisan dari Danang.
"Apa maksudnya kamu, Nang? Orang siapa?"
Danang kembali mengetik dengan susah payah."Aku lihat Pak Duki di pinggir sawah, Rel. Dan lihat... tu-tuyul, di ru-mah...,"