Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya

Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya

Aku bisa bayangkan betapa murkanya dia ketika tahu aku melapor dan memiskinkannya. Namun sebelum yakin melaporkan ini, aku harus mendapat bukti lebih kuat, barangkali aku hanya salah paham dan salah sasaran sehingga nantinya, berujung mempermalukan diri sendiri dan terjebak masalah. "Haruskah aku membeli kamera digital dan memasangnya di salah satu sudut rumah ini?" Jika iya, maka aku harus mencari kamera micro, dengan baterai tahan lama dan tidak memancarkan frekuensi besar, serta tidak memiliki lampu yang berkedip.
1095.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai turn off the camera
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Nur
berharap ada produser yg melirik novel ini dan bisa di film kan, jujur novel mu ini keren banget mbak. aku tipe orang yg sulit memfavoritkan sebuah novel. dan sejauh ini, aku hanya memfavoritkan dua novel, salah satunya di upp orange, dan ke dua novel ini. sebab novel kalian risetnya dalam.
Baca Semua Ulasan
Biarkan Aku Pergi!

Biarkan Aku Pergi!

Dia bahkan dengan sengaja mengatakan bahwa kamera CCTV mati. Wajah Hannah memerah menahan amarah. Dia tahu bahwa jika dia memberi Catherine pelajaran hari ini, orang-orang akan memanggilnya pengganggu. Hannah mengatupkan giginya. Sesaat kemudian, dia tersenyum dan berkata, “Saya hanya berpikir bahwa semua orang akan merasa tidak nyaman, jika kamera CCTV menyala. Rupanya, tidak perlu untuk mematikannya. Mari kita lupakan ini. Bukan niat siapa pun untuk membuat ini terjadi.”
9.76.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135.4K kali sebagai turn off the camera
Tampilkan Ulasan (1979)
Baca
+Pustaka
Zeshan Shandu
sebenarnya aku bosan dengan alurnya yang sama... seperti g ada habisnya masalah yang terjadi. paling kasihan sama cathy.. emang boleh ya laki2 seberkuasa itu? tapi jujur aj setiap kali merasa bosan, menit selanjutnya bikin penasaran...
Ella Yuni
ceritanya bagusss banget,, walaupun chapternya ribuan tapi berasa padat gitu isinya. suka banget sama kisahnya shaun n catherine masih belum puas sama ending temen2nya shaun. chester walaupun badboy tp keren, knp harus cacat. rodney knp dibikin carakternya jd bego gini sama author
Baca Semua Ulasan
Kubalas Madu dengan Manisnya Madu

Kubalas Madu dengan Manisnya Madu

Ada seorang laki-laki seperti seorang teknisi kemudian. Dep! Langsung saja tak ada gambar lagi di layar televisi. Sepertinya Ratini sudah tahu kalau rumah itu ada CCTV dan mematikannya. "Ah! Harus bagaimana ini? CCTV sudah di matikan itu artinya aku tak dapat lagi memantau pergerakan Ratini di rumah itu!" Bagaimana aku memenuhi janjiku pada Umi Sepuh kalau seperti ini! ~~~ "Assalamualaikum... "
10145.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Ia memukul tabung air dibelakang Zayyan. “Mas, tenanglah. Oiya di apartemen Mas ada CCTV?” Lelaki disebelahku ini berdiri berkacak pinggang. Ia menarik napas kesal. “Sebenarnya ada, gratis dari apartement waktu itu. Tapi sempat Mas matikan dan arahkan ke luar jendela. Jadi bukan ke dalam ruangan. Nanti Mas lihat.”
9.379.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Barulah Teo merasa sangat puas dengan penampilannya karena tampak meyakinkan. “Ekhem, aku rasa ini sudah cukup,” gumam Teo sebari membuka pintu kamarnya dengan percaya diri. Beberapa kamera cctv di luar kamar susah ditandainya letak dan posisinya. Teo hanya perlu sedikit menunduk dan memiringkan wajahnya ke area titik tertentu agar kamera tidak melihat wajahnya dengan jelas dan mengira sebagai pria pramusaji tadi.
1051.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Anak Haram yang Dibenci Ayahku

Anak Haram yang Dibenci Ayahku

“Gue udah tahu ini bukan prosedur biasa.” Isaac berhenti di samping meja. Tatapannya langsung tertuju ke kamera pengawas di sudut ruangan. Ia tidak berkata apa-apa selama beberapa detik, seolah menghitung sesuatu dalam kepalanya. “Matikan itu.” Nada suaranya datar, tapi penuh tekanan. Petugas yang berjaga di luar sempat ragu. Namun, pria yang tadi menginterogasi Monica muncul kembali dan memberi isyarat singkat. Lampu kecil di kamera padam.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya

Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya

ucap Maura. "Bapak, nanti kalau kita keluar coba jangan sampai terlihat CCTV. Sebaiknya duluan saja, nanti setelahnya saya akan menghapusnya. Jadi, tidak ada Bapak di rekaman hari ini," ujar Maura memberikan solusi.
9.7257.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Bapak Kos Kesayangan

Bapak Kos Kesayangan

seru si fotografer mengangkat kedua tangannya menyerah kalah. "Bagus. Taruh kamera kamu di atas meja, biar asisten kamu saja yang melanjutkan sisa pemotretan hari ini," perintah Arga tidak memberikan toleransi. Di bawah tekanan aura dingin Arga, si fotografer gondrong bener-bener tidak berani membantah sedikit pun, dia langsung meletakkan kameranya lalu lari terbirit-birit keluar ruangan.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Tuan Lumpuh, I Love You

Tuan Lumpuh, I Love You

Nara dengan cepat mematikan tombol off yang ada pada pesawat televisi. "Kenapa malah dimatikan?" Wajah Jaden marah.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

suara Kailan terdengar. Lampu di ruangan itu berkedip sekali, lalu kamera CCTV di sudut ruangan berhenti bergerak, lampu indikator merahnya mati. Interkom berdenging pelan lalu sunyi. Elang mengubah posisi duduknya. Bahunya yang tegap menjadi lebih santai. Tatapan matanya yang angkuh berubah menjadi hangat dan teduh. Elang merogoh saku jasnya. Dia tidak mengeluarkan senjata.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status