Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Godaan Maut CEO Cantik

Godaan Maut CEO Cantik

Suara baritonnya mengalun sedatar dan sedingin malaikat maut, tak ada lagi desahan gairah yang tadi memabukkan telinga wanita itu. Malora tersentak. Matanya membelalak lebar melihat lensa kamera ponsel yang menyala merah, merekam dirinya dalam kondisi telanjang bulat, berantakan. "A-apa yang kau lakukan?!" pekik Malora panik. Ia mencoba memalingkan wajahnya dan menggunakan tangannya yang lemas karena sisa orgasme untuk menutupi wajah. "Singkirkan kamera itu, bajingan! Berani-beraninya kau merekamku—"
9.79.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Detak jantungnya lambat dan stabil. Dia menggelengkan kepala, berusaha menghilangkan rasa khawatir. Ruangan kecil tanpa jendela itu tampak kosong, dinding putihnya polos. Sebuah layar datar besar telah didorong masuk dengan kereta dorong setinggi dada. Layar itu dimatikan. Sebuah tripod menopang kamera yang diarahkan ke dirinya—lampu merah menunjukkan kamera sedang merekam. Dua teknisi duduk di konsol komputer di satu sisi ruangan.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Reset

Reset

BRAKKKK Kasar, Saka menendang triplek yang ada di depannya. Dia bangun, langkahnya cepat, menghampiri gadis yang terkejut melihat tiba-tiba ada Saka disana. Tanpa ijin, dan kejadiannya begitu cepat, Saka merampas kamera dari tangan gadis itu lalu membantingnya. PRAKKK "KAMERA GUE!" gadis itu berteriak histeris, panik buru-buru mengambil kembali kameranya, tapi telat. Lensa kameranya sudah pecah.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

“Maaf, Mbak.” Dia menarik napas, memaksa pikirannya kembali ke studio. Lampu blitz kembali menyala putih terang, menusuk mata beberapa detik sebelum padam lagi. Kamera berbunyi cepat, mengikuti setiap gerakan kecil yang dia lakukan. “Good, good! Pertahankan itu,” seru fotografer dengan nada puas.
1040.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

Dua Kakak Tiriku Yang Posesif

​“Aku bilang matikan. Sekarang.” Dominic tidak perlu mengulanginya untuk ketiga kali. Pak Hans menunduk, jarinya menekan tombol stop, dan lampu indikator merah pada kamera itu padam. Bersamaan dengan itu, sandiwara "keluarga harmonis" yang memuakkan itu berakhir. Hening. Namun, itu bukan keheningan yang damai. Itu adalah keheningan beracun, sejenis kesunyian yang biasanya mendahului badai besar.
1019.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 720 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Menulis Ulang Takdir

Menulis Ulang Takdir

suara berat William memotong penjelasan Lyra, namun suaranya cukup keras untuk terdengar oleh para direksi di seberang sana. "William, aku sedang bicara," bisik Lyra, mencoba tetap profesional di depan kamera. William tidak peduli. Ia membungkuk, tangannya langsung meraih mouse dan dengan satu klik tegas, ia mematikan kamera serta mikrofon. Layar monitor itu seketika menjadi gelap. "Tuan-tuan, rapat hari ini selesai. Istriku butuh istirahat," ucap William dingin ke arah layar sebelum koneksi benar-benar terputus.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Istri Sah, sang Presdir Dingin

Istri Sah, sang Presdir Dingin

Dengan cepat, dia melihat ke arah kamera, dan menemukan bahwa ini hanyalah mesin yang terhubung, dan ada mesin kontrol utama di luar untuk mengendalikannya. 'Bagaimana aku bisa melewati semuanya di sini?' Zayn merasa bahwa ini agak merepotkan. Jika dia mematikan kamera ini, pasti akan menarik perhatian semua orang, sekaligus memberitahu semua orang bahwa dia ada di sini. Zayn menjulurkan kepalanya dan melihat ke arah kamar mandi. Orang di dalamnya masih mandi dan bahkan tidak memperhatikan dia masuk.
9.444.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
SETELAH DIJUAL IBU TIRIKU

SETELAH DIJUAL IBU TIRIKU

Caca mengikuti arah tatapannya, sebuah kamera CCTV terpasang di sana. Seolah mengerti apa yang terlintas di pikiran Satya, Caca langsung berkata, “CCTV-nya sudah dimatikan.” Tatapan Satya kembali padanya, kali ini dengan raut terkejut yang tak bisa ia sembunyikan. Satya masih menatap Caca dengan ekspresi terkejut, lalu suaranya meninggi, nyaris seperti geraman. “Bagaimana kamu bisa begitu berani mematikan CCTV?”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Suamiku seorang Mata-Mata

Suamiku seorang Mata-Mata

“Memangnya di sekolah itu tidak ada CCTV? Yang benar saja.” “Oh, kalau masalah itu..” Bayu mengotak-atik tabletnya dengan cekatan. Setelah itu, muncul seluruh titik yang direkam oleh beberapa kamera di SD Matahari. “..aku bisa mengaturnya di sini.” “Memangnya bakal kau apakan?” “Membekukan gambar. Jadi, meskipun kameranya berhenti merekam, waktunya tetap berjalan dan orang lain yang lewat tidak akan terekam.” Blue menjelaskan.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai turn off the camera
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status