Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SPERANZA

SPERANZA

Baru kali ini senyum Yasa bertahan cukup lama. Dia terlalu bahagia untuk berpura-pura menahan senyumnya. Yasa berjalan masuk ke dalam rumahnya. Saat ini jam menunjukkan pukul 21.52. Yasa menghela napas karena sadar dia telah pergi keluar terlalu lama. Dengan jantung yang Berdetak dengan cepat, Yasa terus melangkah masuk ke dalam rumah.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as twenty-first
Read
+Library
NINE

NINE

Apa aku benar-benar menyukai gadis ini? "Eh, sekarang tanggal 28 Februari ‘kan?! Itu artinya besok mereka akan memulai hitungan korban baru!" Anthony buka mulut tiba-tiba, mengingat ini adalah akhir bulan. "Eh? Iya, ya?" sahut Deary.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as twenty-first
Read
+Library
FATED

FATED

Fungsi dari catatan kecil ini adalah untuk memantau dan agar kami menulis perkembangan kami selama menjadi trainee. Aku membalik-balikkan halaman yang pernah kuisi sebelumnya. Tak terasa aku sudah mengisi catatan ini sejak dua tahun yang lalu. Bagi sebagian orang dua tahun mungkin waktu yang singkat. Tapi, bagiku banyak hal yang dapat kupelajari dalam kurun waktu dua tahun itu.
104.5K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as twenty-first
Read
+Library
2nd (second)  Destiny

2nd (second) Destiny

“Bahkan di Markas hanya ada minuman soda saja dimana-mana, apa kalian di endors oleh perusahaan cola?” Senyum tipis Sammuel tercipta kala mendengar ucapan Demian. “Apa kau tak mengetahui peraturan terbaru? Bahwa, batasan orang minum minuman beralkohol sekarang adalah berumur 21 tahun, huh?” lirih Sammuel sambil menoleh sekilas ke arah Demian, "sering-seringlaah baca berita atau ikuti perkembangan informasi, jangan berkutat dalam laboratorium saja."
1014.3K viewsOngoingAdded to Library 300 Times as twenty-first
Read
+Library
TWELVE

TWELVE

Tunggu, aku melihat pita merah muda itu terdapat tulisan kecil. “Enam puluh Sembilan.” Apa maksudnya ini ? semua ini semakin membuat aku tidak mengerti. Menyandarkan punggungku di sisi ranjang. Aku merasa familiar dengan kotak ini dan sepertinya Azka pernah menyingung tenang bunga, tapi apa. Bodohnya aku yang tidak mendengarkan perkataan Azka.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as twenty-first
Read
+Library
Wait At 24

Wait At 24

Sampai saat ini pun tidak pernah tahu jawabannya Aku 21.20 : "Mas maafin aku kalau aku punya salah. Terima kasih untuk semua yang pernah mas kasih dan ajarin ke aku. Terima kasih untuk kata kasar yang menyadarkan aku bahwa aku belum pantas mendampingi orang sempurna seperti mas. hati-hati disana."
103.4K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as twenty-first
Read
+Library
KALI KEDUA

KALI KEDUA

"Aku tak ingin berpisah denganmu." "Tapi kenapa?" "Aku mencintaimu Maudy. Tidakkah kamu merasakan hal yang sama?" "Tidak. Bagaimana kau berubah hanya sekejap padahal kau sudah memperlakukan aku layaknya pajangan selama 2 tahun?" "Maafkan aku...aku benar-benar menyesal." "Simpan saja penyesalanmu. Aku tetap ingin berpisah denganmu." "Maudy...bisakah kita kembali ke awal? Apalagi kita sudah melewati malam bersama."
9.74.2K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as twenty-first
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedereselprend
“Say, emang sekarang tahun berapa?” “2021.” “Whattt? Bukan 2019?” “Bukan.” Aku membantingkan tubuhku lemas ke sandaran kursi. Aku kenapa sih? Aku terjebak di masa depan-kah? Atau memang aku sedang lupa ingatan? Terus aku harus gimana? Aku nggak kenal siapa-siapa di Jogja. Mana aku nggak bawa dompet pula. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku. Aku menangis, kali ini dengan suara.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as twenty-first
Read
+Library
Janji Kedua

Janji Kedua

Semuanya sudah cukup dan Ocean tidak ingin serakah. Perut Ocean sudah membuncit. Belum besar karena baru berusia empat bulan. Dia kembali terbangun tengah malam dan setelah mengamati Satrio beberapa saat, Ocean merasa ingin sekali makan mi instan buatan Raphael serta telur dadar buatan Alfredo. Ocean merasa tidak enak, tetapi rasa laparnya benar-benar tak tertahankan. Diliriknya jam di atas nakas. Pukul satu lebih dua puluh dua menit, jelas tidak sopan jika minta tolong pada waktu semalam itu. “Sam.” Ocean menepuk lembut bahu Satrio.
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 651 Times as twenty-first
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status