Duka Cita
“Sorry, ya, Mas, kalau ngerepotin.”
“Aku nggak repot,” kata Arya menutup kembali tumbler di tangannya, lalu meletakkan di meja. Melihat wajah Cita yang berubah sendu, Arya segera mengalihkan pembicaraannya. “Jadi, lusa sudah di rumah, kan? Aku nggak perlu jauh-jauh lagi kalau mau ke rumahmu.”
“Jangan ngalihin obrolan.” Cita tersenyum miring pada Arya. “Ayo cerita, kenapa sampai bisa putus. Tapi aku dengerin aja, ya? Capek kalau kebanyakan ngomong.”
Hot Chapters