Kebangkitan Sang Putri Terbuang
Di belakangnya, Komandan Han dan beberapa perwira logistik mengikuti dengan wajah tegang.
“Buka satu per satu,” perintah Lin Yue tenang.
Satu peti dibuka. Isinya karung beras, minyak, dan bahan logistik lain — semua tampak normal.
Namun Lin Yue menatapnya agak lama. Ia mengambil segenggam beras, menatap warnanya… lalu tersenyum samar.
“Beratnya beda,” ujarnya pelan. “Karung ini ditimbang tiga puluh kati, tapi isinya dua puluh tujuh.”