Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Cinta 10 Tahun, Dibalas Dusta

Cinta 10 Tahun, Dibalas Dusta

Saat gladi resik pernikahan, rekan kerja perempuan tunanganku tiba-tiba menyerbu dan menghancurkan dekorasi hingga berantakan. "Jared janji mau nikah sama aku, siapa kamu ini sebenarnya?" tanyanya. Dia merebut gaun pengantinku yang bernilai puluhan miliar. Namun karena tubuhnya terlalu gemuk, bahkan kepalanya saja tidak bisa masuk di gaun itu. Aku mengejeknya, "Jangan-jangan kamu terlalu gemuk sampai gaun pengantin ukuran besar ini pun nggak muat di tubuhmu?" Dengan wajah yang memerah karena malu dan marah, Quincy memaksa dirinya masuk ke gaun itu. Dalam sekejap, bagian punggung dan pinggang gaun itu robek hingga terbentuk lubang-lubang besar yang mencolok. Dengan percaya diri, dia berkata, "Memangnya kenapa kalau kurobek gaun ini? Jared cinta sama aku dan bakal beliin aku gaun pengantin yang baru." Namun saat acara pernikahan dimulai, Quincy terkejut bukan main. Pengantin pria yang berjalan mendekat sama sekali bukan Jared, melainkan bos besar mereka. Lagi pula, aku tidak pernah mengatakan bahwa ini adalah pernikahanku.
8.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 339 fois en tant que ukuran karung beras 50kg
Read
+Librairie
Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Demi sebuah wasiat terakhir dari sahabatnya yang telah tiada, Andina Julianti terpaksa menikah dengan Evandi Sebastian Gunawan—seorang pria dingin, kejam, dan tak pernah benar-benar melepaskan cintanya pada mendiang istrinya, Zahra. Pernikahan yang seharusnya menjadi jembatan perlindungan bagi Dara, putri kecil yang mereka jaga bersama, justru berubah menjadi ikatan penuh luka yang tak terucap. “Kalau saya nggak bisa dapat bahagia dari Akang, setidaknya saya dapat sesuatu yang bisa menyelamatkan hidup saya. Uang!" Bagi Andina, ini bukan tentang cinta. Ini tentang bertahan hidup. Tentang menukar harga diri dengan masa depan keluarga yang lebih layak. Sementara bagi Evan, Andina hanyalah pengganti—tanpa hati, tanpa arti. "Sudah saya duga kamu memang mata duitan. Tapi untuk ukuran perempuan matre, saya cukup terkejut kamu masih perawan." Namun, di balik hubungan yang dibangun atas dasar kesepakatan dingin dan kebutuhan, perlahan muncul keterikatan yang tak bisa lagi dikendalikan. Di antara hinaan, luka batin, dan transaksi yang tak pernah setara, benih rasa itu tumbuh… memerangkap keduanya dalam jerat nikmat yang menyakitkan. Karena dalam permainan ini, bukan hanya tubuh yang terikat, tapi juga hati yang diam-diam mulai saling mengikat.
551 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 22 fois en tant que ukuran karung beras 50kg
Read
+Librairie
Terjebak dalam Fase yang Keliru

Terjebak dalam Fase yang Keliru

Tiga hari sebelum pernikahan, saat aku merapikan barang-barang lama, aku teringat kapsul waktu yang pernah aku kubur bersama Cedrius sepuluh tahun lalu. Namun setelah mendengarnya, wajah Cedrius langsung menegang. Dia menasihatiku agar tidak pergi, sambil berkata, "Sudah terlalu lama berlalu, mungkin sudah digali orang." Aku tidak terlalu memikirkannya dan pergi sendiri ke almamaterku. Tetapi di lokasi penguburan itu, aku justru menggali lima kotak besi dengan ukuran yang berbeda-beda. Dua di antaranya adalah milik aku dan Cedrius yang kami kubur sepuluh tahun lalu, sudah penuh karat. Tiga sisanya, satu juga dipenuhi karat, sementara dua lainnya masih sangat baru. Pada kotak lama itu, terukir nama Rosaline. Di atasnya tertulis: [Cinta rahasiaku adalah kekacauan batin yang hanya kujalani seorang diri. Cedrius, semoga kamu bahagia.] Aku teringat, dia adalah seorang teman sekelas perempuan yang tidak terlalu menonjol, duduk di bangku belakang kami. Sedangkan pada dua kotak yang masih baru itu, masing-masing terukir nama Cedrius dan Rosaline. Tanggal penguburannya adalah hari ini. Pada kotak milik Cedrius tertulis: [Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah aku nggak bisa memberimu sebuah pernikahan.] Dan pada kotak milik Rosaline tertulis: [Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah aku nggak bisa secara terang-terangan mengucapkan kepadamu satu kalimat: Selamat menikah.]
2.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 59 fois en tant que ukuran karung beras 50kg
Read
+Librairie
Makanan yang Tak Pernah Sampai Di Hadapannya

Makanan yang Tak Pernah Sampai Di Hadapannya

Ini adalah malam tahun baru ketiga sejak suamiku bangkrut. Rumah kami begitu miskin sampai tidak tersisa beras sedikit pun. Dia bilang, dia ingin makan daging. Dengan suhu minus 20 derajat dan badai salju lebat, aku menahan dingin sambil mengendarai motor listrik tua untuk mengambil pesanan kerja lepas. Jalanan terlalu licin. Aku dan motorku terperosok ke selokan. Beberapa tulang rusukku patah dan di tengah salju yang menutupi langit, tubuhku perlahan kehilangan suhu. Menjelang ajal, tanganku masih mencengkeram erat kotak lauk daging goreng yang kubeli khusus untuk tambahan makanannya. Setelah jiwaku meninggalkan tubuh, aku melayang kembali ke rumah kontrakan kami yang selalu berangin, tetapi tak ada seorang pun di sana. Aku keluar dan melihat suamiku berdiri rapi dengan setelan jas di sebuah vila mewah yang hanya terpisah satu jalan. Di tangannya sedang menggoyangkan segelas anggur merah dengan santai. Sekelompok pengawal bersikap sangat hormat kepadanya. Aku melayang mendekat dan mendengar dia bergumam, "Aku benar-benar nggak kepengin lagi jalani hidup sengsara begini. Kalau wanita bodoh itu tahu aku pewaris orang terkaya, mungkin dia akan senang setengah mati." "Tapi, ke mana dia pergi? Kenapa belum pulang untuk masak? Benar-benar makin malas saja." Namun dia tidak tahu, aku tidak bisa pulang lagi.
2.9K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 111 fois en tant que ukuran karung beras 50kg
Read
+Librairie
Nala dan Mas Juragan

Nala dan Mas Juragan

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras—ibu Nala—yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.
10564 VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 13 fois en tant que ukuran karung beras 50kg
Read
+Librairie
KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN

KUBURAN YANG TIDAK DIRINDUKAN

Triyuki Boyasithe
Tahun 1963, di desa Galogandang, tiga anak kecil berusia 12 tahun bersahabat. Kasim, Fikri, dan Khairul. Di antara mereka bertiga, Khairul merupakan anak toke beras dan paling kaya di kampung. Namun, orang tua Khairul Pak Anwar dan Buk Rosma melarang anaknya itu bergaul dengan orang miskin. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, Khairul diam-diam tetap berteman dengan kedua anak tersebut. Suatu hari, Kasim dan Fikri belum makan seharian. Mereka minta makanan ke Khairul. Khairul mengatakan ibunya baru saja merebus ubi jalar. Mungkin dia bisa memberi mereka ubi rebus tersebut. Kasim dan Fikri sangat gembira. Mereka bertiga lalu pergi ke rumah Khairul ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Khairul menyuruh teman-temannya itu menunggu di dekat kandang sapi, sementara dia pergi mengambilkan ubi tersebut. Ketika Khairul pergi, Pak Anwar ternyata sedang menuju ke kandang sapi dan memeriksa kandang tersebut. Hal rutin yang biasa dia lakukan setiap malam. Kasim dan Fikri langsung takut dan bergegas bersembunyi di belakang kandang. Sampai akhirnya Pak Anwar pergi. Saat Khairul kembali, dia berpapasan dengan Pak Anwar. Pak Anwar bertanya mau ke mana malam-malam, dan Khairul gugup sambil mengatakan kalau dia hendak membuang sampah. Pak Anwar pun curiga. Tanpa sepengetahuan Khairul, dia menguntit anaknya tersebut. Khairul yang merasa sudah aman, segera memanggil kedua sahabatnya. Mereka pun keluar dan semangat hendak memakan ubi. Saat itulah Pak anwar muncul lalu memarahi anak-anak tersebut. Pak anwar tidak segan-segan menurunkan tangan kasar ke Kasim dan Fikri. Sampai-sampai Fikri muntah darah dan Kasim merasakan tulangnya seperti mau patah setelah dibanting ke tanah oleh lelaki dewasa itu. Ketika kedua orang tua anak tersebut tahu apa yang menyebabkan anak mereka sakit, dendam dan kebencian pun menyeruak. Pak Abdul selaku ayah si Fikri dan Pak Uday sebagai ayah si Kasim mencari Pak Anwar untuk membuat perhitungan. Mereka menuntut keadilan untuk anak mereka. *** Cover dibuat menggunakan AI dari canva.com
101.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 56 fois en tant que ukuran karung beras 50kg
Read
+Librairie
Dendam Anak Angkat

Dendam Anak Angkat

Dean Han
Blurb : “Maaf! A-anda s-siapa?” Kanaya tersentak dengan mata membulat menyadari ia kini berada bersama seorang pria dewasa asing dalam sebuah kamar tertutup yang cukup mewah. Ia mengamati punggung kekar lelaki yang menatap ke luar jendela dan membelakanginya itu dengan tubuh dan bibir gemetar. Lalu, mengamati ranjang ukuran king size tempat ia terduduk sambil mengatupkan lutut. Lelaki itu bergeming sambil menghisap sebuah cigarret di jemari. Tak berselang lama, asap pekat mengepul ke udara, menerpa rambut model under cut-nya. Asap pekat itupun pecah di udara. Kanaya semakin gentar. Ia berupaya mencari jalan untuk bisa keluar dari tempat itu, atau lari dari lelaki misterius yang terlihat menyeramkan itu. Jantungnya berdegub kencang, tubuhnya gemetar. Ia sadar, saat ini ia sedang berada di tempat yang salah dan di dekat orang yang salah. Perlahan ia beringsut dan melangkah ke arah pintu. Namun, di saat yang sama, lelaki itu berbalik dan menatap Kanaya tajam dan dingin yang menikam. Dua netra bulat Kanaya makin membulat sempurna. “Om, siapa?” tanyanya gugup. *** Viona tidak menyangka dibalik kebahagiaannya hidup bersama Dion, ternyata memicu sebuah petaka beruntun yang harus ia hadapi. Api dalam sekam dendam seorang anak angkat yang ia cintai sepenuh hati, membawa Viona pada petaka demi petaka yang membuat ia kembali terpuruk. Kasih sayang yang ia berikan pada Kanaya tidak sedikitpun meredam dendam masa lalu Kanaya pada ibu sambungnya tersebut. Gadis itu berupaya keras memberikan hukuman yang ia pikir setimpal untuk Viona, karena baginya, Vionalah penyebab ia kehilangan kesempatan bersama ibu kandungnya. Kasih sayang yang selama ini ia rasakan dari Viona baginya hanya sebuah kepalsuan dan sandiwara. Sehingga, ia tega menggiring Vion pada petaka. Hingga, akhirnya Viona bertemu dengan seorang lelaki yang terobsesi untuk membunuh Viona secara lahir dan bathin. Mampukah Viona bertahan di antara tekanan peristiwa demi peristiwa menyakitkan itu? Siapakah lelaki yang menjadi monster menakutkan bagi Viona tersebut?
102.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 104 fois en tant que ukuran karung beras 50kg
Read
+Librairie
Dernier
1234
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status