Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PLAYER

PLAYER

Ans18prend95
“Tanya sesuatu.” “Hah? Tanya apa?” “Apa aja.” “Excuse moi. Êtes-vous occupé en ce moment? Pouvons-nous parler un moment?” (Excuse me. Are you busy right now? Can we talk for a moment?) “Bien sur.” (Sure) Wanita itu mendekat dan menempati salah satu kursi kosong di antara mereka berdua. “Êtes-vous en lune de miel?” (Apa kalian sedang honeymoon?)
1039.1K viewsCompletedAdded to Library 899 Times as unch
Read
+Library
Castle

Castle

"Oh ya, temanku bernama Williams" Lelaki menyebalkan tadi bernama Williams. Dia lelaki tampan yang mungkin berumur 2-5 tahun lebih tua dariku, tapi dari penampilannya terlihat seorang lelaki biasa. Namun, Tom terlihat lebih tua dari Williams. Tom mempunyai kulit sedikit gelap dari Williams, meskipun sama berkulit putih. Untuk sekilas aku bisa menilai bahwa Tom lebih baik daripada Williams. Wajar saja aku menilai seperti itu, kesan pertama aku dan Williams cukup buruk. Ah menyebalkan, tidak punya sopan santun. Mereka tampak seumuran, bahkan tingginya pun hampir sama. Williams mempunyai rambut berwarna hitam, sedangkan Tom berwarna keemasan. Apa hubungan Tom dan Williams? Wajah mereka sama sek
104.2K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as unch
Read
+Library
HIATUS

HIATUS

Kukibaskan baju yang kupakai untuk menunjukkannya pada Ummu Hilza benda ini masih bagus dan layak pakai. “Bukan itu maksudku Lita,” dengan raut tidak enak hati, Ummu Hilza berusaha menyangkal. Wanita cantik dengan paras campuran Indonesia dan Timur Tengah tersebut menyentuh lenganku. “Akhir-akhir ini Tuan Harraz suasana hatinya sedikit buruk, kamu lihat sendiri ‘kan seorang wanita bahkan ditamparnya keras tadi siang. Aku takut, saat kelak dia melihatmu hatinya tersinggung. Alangkah baiknya, jika kita menghindari resiko.”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as unch
Read
+Library
Fake

Fake

bisik Shena tajam, dia menyunggingkan smirk. Cup! Shena menyatukan bibir mereka, menghisap dengan kuat tidak memperdulikan Laura yang sudah memukul badannya beberapa kali. Dia tetap melanjutkan, setelah puas barulah Shena melepaskan tautan mereka, matanya menelusuri kembali wajah Laura. Lalu perhatiannya sepenuhnya terfokus pada tahi lalat yang tercetak di sana, conclear yang selalu menutupi tanda itu kini terhapus sebagian akibat ulah Shena. Tangannya menyentuh tahi lalat itu dengan lembut.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as unch
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Vladivostok, Mei 2025 “Сила есть , (Sheelah yest)” ujar suara di seberang. Kalimat singkat itu seolah menjadi kunci sebuah kotak ingatan Xabi yang kemudian terbuka sehingga gadis itu otomatis menjawab. “Ума не надо . (umah ni nahda)” “Xavier?” “Vasily.” “Seagull atau Pandora Box?” “Tidak keduanya.”
3.0K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as unch
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Meski baru sekali bertemu, wajah Arjuna selalu membayangi kepalanya membuat pikirannya menjadi kacau. Tugas terakhir, mengepel lantai sudah selesai waktunya untuk Safa kembali pulang. Safa segera menghentikan angkot ketika sampai di pinggiran jalan. Rintik-rintik hujan mulai berjatuhan, Safa menghalangi tetesan air hujan yang turun di kepalanya dengan tas. Kontrakannya masih harus ia tempuh beberapa puluh meter lagi dengan berjalan kaki. Safa harus melewati gang-gang kecil yang dipenuhi pertokoan dan kos-kosan yang sudah lumayan sepi dan gelap. Hanya sedikit pencahayaan yang membantunya melihat jalan, Safa tidak mungkin menggunakan senter di ponselnya karena takut terkena air hujan. Ponsel j
2.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as unch
Read
+Library
AURORA

AURORA

Jake menyengir di akhir ucapannya. “Jika manusia itu tidak menjadi kelinci percobaan virus baru yang sedang dikembangkan oleh Zhou Yanchen,” kata Seonghwa yang sedang meneliti sebuah pedang bermata dua yang memilih bilah yang mengilat karena cahaya. Terlihat tajam dan mampu memisahkan kepala dari pangkal leher seseorang. “Jika manusia-manusia itu terinfeksi, aku tidak bisa menjamin darah mereka akan aman dikonsumsi oleh kita.”
106.1K viewsOngoingAdded to Library 226 Times as unch
Read
+Library
Koma

Koma

Dari posisi sedekat itu ia bisa melihat jari-jari cowok itu penuh hansaplast dan mata panda yang terlihat jelas di kulit putihnya. Gadis dengan name tag Rimba buana itu terkejut dengan darah kental yang keluar dari lubang hidung cowok itu. Dengan sigap ia langsung mengulurkan sapu tangan yang selalu ia bawa. Cowok itu terlihat bingung dengan sikap tiba-tiba cewek asing dihadapanya. Rupanya dirinya tak sadar akan darah yang mulai mengucur deras hingga menetes ke layar hp-nya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as unch
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

Radit: Tumben, apa dia udah nonton konser BTS? Otong: Nggak tau, gue marah sama dia. Emang sifat cewek itu selalu benar dan cowok yang harus ngalah. Gue nggak jadi beliin tiket buat dia!! Alex: Lo baru tau kalau cewek emang selalu benar? Otong: Udah lama tapi gue pendem dari dulu. Risky: Bakar aja hp kentang lo. Otong: Bang kiki jahad, hp gue udah iphone 11 kalik. Masih bilang kentang?
103.8K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as unch
Read
+Library
Broken

Broken

ujar Reina menolak memberikan nomor ponselnya. “Gak bisa, gue perlu nomor lo. Supaya kalau gue butuh bantuan lo pas lagi gak di sekolah gue tetap bisa hubungin lo.” “Ya udah, iya, iya, iya...” Dengan terpaksa, Reina pun segera memberikan nomor ponselnya pada remaja itu. Flashback off
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 546 Times as unch
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status