Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Dewa

Menantu Dewa

Ketika kepikiran akan hal ini, nada bicara Dessy pun sudah berubah dingin, “Brandon, reputasi Keluarga Marlon bukan bahan candaan. Aku harap kamu bisa jelaskan masalah ini. Kalau nggak, masalah ini belum berakhir.” “Sebelumnya kamu bilang ‘Lukisan Gunung Fujiwa’ di museum itu asli, dan aku bilang ‘Lukisan Gunung Fujiwa’ di sini barulah lukisan asli. Kenyataannya, kedua lukisan itu adalah lukisan asli. Itu berarti tidak ada yang menang maupun yang kalah dalam taruhan ini.” “Swoosh ….” Ucapan Brandon memang masuk akal. Sepertinya masalah memang seperti yang dikatakannya.
9.374.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
The CEO's First Class Destiny

The CEO's First Class Destiny

gumam Aiden pendek. "Dan ketiga," Elena memberikan penekanan pada poin terakhir ini, "permainan ini berakhir tepat saat dewan direksi Anda memberikan mosi percaya penuh dan aset keluarga Adiningrat di Paris telah aman di bawah kendali saya secara hukum. Setelah itu, kita akan mengumumkan pembatalan pertunangan dengan alasan 'perbedaan visi' yang elegan, dan kita berjalan di jalur masing-masing. Tanpa drama, tanpa dendam."
453 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

“Sudah kami sumbangkan ke Lembaga Pengarsipan Penyesalan.” Sementara itu, dua petugas lain menyalakan ‘scanner rasa palsu’. Lampu-lampu menyala, berkedip, lalu... mati. “Unik,” gumam petugas. “Tidak terdeteksi sebagai rasa palsu, tapi juga tidak bisa didefinisikan.” “Itulah WarKoDuBa,” Dimas angkat bicara. “Kami tidak membuat rasa. Kami hanya menyeduh apa yang sudah ada di hati pengunjung.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Test Pack ART-ku (59) #Testpack_Inem #Testpack -Karin Pingsan- “Saya pikir kamu sudah benar-benar move on dari Karin, ternyata kalian masih sering berdua-dua’an di dalam rumah begini, ya. Duduk mesra seperti layaknya seorang suami istri, apa-apa’an ini namanya? Sudahlah Mas, sudah jelas semuanya. Sudahlah kita putus!”
9.379.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
Bukan Pengawal Biasa

Bukan Pengawal Biasa

"Kau! Berani-beraninya ...." "Sudah kubilang itu palsu!" kata Art, santai. Dia berbalik badan lalu berjalan kembali menuju sofa, berniat duduk kembali. Tidak bohong, dia pecinta lukisan dan bahkan seorang pelukis, lukisan itu benar-benar palsu. Ada detail yang sangat dia pahami. "Kau pasti menipuku! Lukisan itu bisa membayar jasamu bahkan sepuluh kali lipatnya."
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
Heart, please don't be broken (Bahasa Indonesia)

Heart, please don't be broken (Bahasa Indonesia)

"Ada undangan reunian nih. Kamu mau datang enggak?" Aska menunjukkan ponselnya di mana grup kelas mereka yang dulu terpampang. Rama hanya melirik, lalu menghadap ke depan. Terlihat jelas tidak tertarik dengan informasi itu. Ia melepas jaket, menaruhnya sembarang dan merebahkan tubuhnya di sana. "Enggak punya rumah?" sindir Rama.
104.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
UNREQUITED LOVE (INDONESIA)

UNREQUITED LOVE (INDONESIA)

"Aku tahu itu tidak benar kak, aku orang pertama yang percaya ketidakbenaran berita itu. Tapi kita mahasiswi fakultas hukum kak. Antara benar dan tidak benar kita harus punya bukti dan saksi agar argumentasi kita di percaya." Rania menganggukkan kepala. Membenarkan kalimat yang baru saja di ucapkan Septia. Hari ini Rania mengagumi teman baru nya ini. Diantara sikap lemah lembut dan manjanya ternyata Septia pintar juga. "Hari ini belum ada kabar ?" Tanya Rania. "Belum" "Coba kamu kontak Arifin" pinta Rania. "Kak Rani telp Pak Budiman, Ya."
108.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

“Kau… apa?” “Aku menyebutnya ‘Pertarungan Citarasa Abadi’,” kata Luna, senyum tipis yang berbahaya tersungging di bibirnya. “Satu hidangan. Satu kesempatan. Di hadapan dewan juri internasional yang netral dan disiarkan langsung ke seluruh dunia. Kebenaran melawan adiksi. Kemurnian melawan korupsi. Kau, melawan dia.”
900 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

"Seni itu indah. Lukisan itu mahal. Tapi kejujuran? Itu barang antik yang nggak ternilai harganya." Berlin menoleh ke Arya. "Lo boleh punya Wina, Ya. Lo boleh punya galeri. Tapi lo nggak akan pernah punya apa yang kita punya: Tidur Nyenyak tanpa takut ketahuan bohong." Berlin menjatuhkan mic itu. Mic Drop. DGGG. Suara denging feedback memekakkan telinga. Rangga, Berlin, dan Budi turun dari panggung dengan gaya slow motion. Meski baju mereka kotor, rambut mereka acak-acakan, dan bau apek, mereka terlihat seperti Pemenang Oscar.
10817 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
Dari Babu Jadi Istri Konglomerat

Dari Babu Jadi Istri Konglomerat

ucapnya dengan memaki pengawalnya. "I-Itu ...." Pengawal itu mendadak berbicara gelagapan. Terlihat jakun di lehernya naik turun saking takutnya. Keringat sebesar jagung juga turut memenuhi wajahnya. "M-Maaf, Tuan," ucapnya. "I-itu saya dapat dari Forum ART Se-Indonesia di F******k dan kebetulan yang sesuai kriteria adalah Nona ini. Perempuan dan berumur 20 sampai 25 tahun. Dan yang pasti ... dia bisa dipercaya dibandingkan calon ART yang lain, sebab kami sudah mengetesnya."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai undisputed artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status