ISTRI KEDUA AYAHKU
Entah bagaimana wajahmu tak juga mau hilang dari pelupuk mataku.
Wajahku rasanya memanas membaca pesan WA Sakha yang dia kirimkan satu jam yang lalu. Dalam keadaan sakit, dia masih sempat sempatnya merayuku. Rasa hangat menelusup dalam hati. Seumur hidup, aku terbiasa menjadi orang yang diandalkan. Aku tak pernah dimanja atau boleh merasa lemah. William, satu satunya lelaki yang pernah hadir dalam hidupku pun adalah lelaki yang kaku. Tapi bertemu Sakha, seakan memberiku warna yang lain. Dia yang suka menggoda dan bertingkah konyol. Dan dia telah membuktikan bahwa dirinya bisa ku andalkan.