Bara Dendam Sang Prabu Boko
Dengan kasar, ia mendudukkan diri di kursi singgasana batu, mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih, merasakan pahitnya kegagalan jurus pamungkas Warih Mega dan Baruna Sangkara yang tak berdaya di hadapan Sindung Riwut dan Pawana Sengkala milik para Wiku.
Pintu ruangan terbuka perlahan, engselnya berdengit halus memecah kesunyian yang tegang. Sosok yang masuk bukanlah seorang panglima perang untuk memberikan laporan taktis, melainkan Mayang Salewang, wanita dari Watak Walaing yang kini secara terbuka menyatakan berpihak pada faksi Syailendra. Kecantikannya, yang tenang, memikat, dan memabukkan, seolah diciptakan sebagai penawar sempurna bagi gejolak amarah Balaputeradewa yang men
Bab Populer