Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Memikat Hati Tetangga

Memikat Hati Tetangga

Jangan Ikut Campur Wardah, saudara perempuan Wasis itu duduk di sofa ruang tamu sambil menangis, sedangkan anaknya yang berumur sekitar lima tahunan berada di pangkuan Warsi. Anak kecil itu melihat ibunya dengan tatapan tak mengerti. “Kamu ini kenapa, sih? Kok datang-datang langsung nangis?” Warsi bertanya sambil mengusap lembut punggung anak perempuannya itu.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as waras
Read
+Library
WHERE

WHERE

Sharon Addeline liesourser
“Gue baru buat akun Youtube dan ingin membuat konten horror!” Sharon menghela nafasnya dan menatap Gideon meminta persetujuan. “Lo kan bisa bikin konten ke luar negeri kek, tutorial skincare kek atau apalah itu.” Ujar Gideon. Lisa menggeleng kuat. “Gue mau yang horror.” Sharon memijit pelipisnya. Ia heran dengan kelakuan Lisa pada saat ini yang berubah dari biasanya. “Oke.” Gideon menyetujuinya. “Tapi, semua ART yang da di rumah lo harus ikut.”
102.8K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as waras
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

Pinta Asha dengan suara memelas. “Duuh … Miss Gercep, kan udah dengar tadi kalo kami aja baru ketemu lagi setelah lima tahun, mana aku tahu nomer W*-nya kak Arsyl, Sha.” Terryn pun menyalakan komputernya dan Asha juga duduk di tempatnya persis di samping kubikel Terryn.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as waras
Read
+Library
Gantari

Gantari

"Lalu bagaimana pernikahanmu tetap berjalan dengan lancar?” Gadis, ah tidak, akan lebih pas aku menyebut Sekar sebagai wanita. Dia bukan seorang gadis lagi tapi sudah menjadi istri orang. Dalam bahasa Jawa istri itu disebut garwo atau sigaraning nyowo. Wanita itu telah menjadi belahan jiwa seorang pria. Sekar tampak mengulum senyum malu. Niatku menggodanya semakin tertantang. Apalagi Budhe Lasmi sudah meninggalkan kamarku, aku lebih bebas menginterogasi sahabat masa kecilku itu.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as waras
Read
+Library
Liara

Liara

Apa benar, Liara yang tengah menatapnya dengan raut khawatir ini adalah Liara yang tadi mengomel? Membuka kemeja Hagan, Liara tercengang melihat sesuatu yang menempel di kulit pria itu. Di sebelah kiri, persis si bagian rusuknya. Ia menatap wajah Hagan dan bagian itu bergantian. "Apa ini?" Jemarinya menyentuh tulisan berwarna hitam di sana. Kulit di bawah coretan itu terlihat memerah.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 734 Times as waras
Read
+Library
GARIS DARAH WARISAN

GARIS DARAH WARISAN

Lelaki tersebut nampak gagah dengan pakaian beskap warna hitam yang sama persis dipakai oleh bapaknya yaitu bapak Baskoro Nitis Sukma. Di mata Amanda, kegagahan suaminya itu meningkat berkali lipat saat menggunakan pakaian tersebut. Begitu juga dengan Arjuna yang terkagum dengan tampilan istrinya yang berbalut kebaya kupu tarung warna hijau muda dan jarik biji mentimun berwarna coklat keemasan. Terlebih rambut hitam yang agak bergelombang milik Amanda tergerai hingga ke bahu, kecantikannya nampak begitu alamiah dan mengusik hati terdalam Arjuna.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as waras
Read
+Library
Dewa

Dewa

Dan akhirnya dia bisa menyimpulkan sesuatu permasalahan. Refan tadi pergi ke warung untuk membelikan Mawar nasi goreng. Sepulangnya dia tak langsung masuk ke dalam kamar usai melihat tubuh Dewa yang mematung di mulut pintu kamar Mawar. Dia menyaksikan amarah dan pukulan Mawar. Dia juga tahu kalau Mawar menangis dipelukan orang yang disebut oleh kakaknya dengan nama Zafan.
9.97.6K viewsCompletedAdded to Library 259 Times as waras
Read
+Library
WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI

Sebuah ruangan besar dengan pilar kristal menjulang, lantai mosaik berbentuk pusaran air, dan takhta tinggi yang dipenuhi ukiran berbentuk ombak. Di takhta itu duduk seorang pria tua berambut putih panjang, kulitnya pucat kebiruan, dengan jubah biru laut yang dihiasi mutiara. Matanya berkilau tajam, penuh kebijaksanaan namun juga kelelahan. “Selamat datang di Thalassia,” ucapnya dengan suara dalam. “Aku adalah Raja Nerisar, penguasa lautan.”
101.3K viewsCompletedAdded to Library 36 Times as waras
Read
+Library
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

kataku Ternyata aku keasikan melamun sampai melupakan waktu makan malam ku “hahhahha..”ku tertawa sendiri seraya memegangi perut yang tak henti bersuara. “Laper ya...”tanya seseorang yang baru saja mandi,harumnya memenuhi seluruh ruangan..aroma maskulin dengan harum sampo dan sabun khas bunga Kamboja membuatku terbuai..dada bidangnya terbuka membuatku bersemu malu. "Aku rindu dada itu.."pikirku
103.1K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as waras
Read
+Library
BATARI

BATARI

Ia bahkan belum sempat menurunkan tas ketika suara langkah kaki dari lantai dua turun dengan ritme malas yang memaksa semua orang menoleh. “Jadi ini ‘adik’ baruku?” Adrian Wijaya muncul. Kancing atas kemejanya terbuka, kerahnya sedikit miring seolah ia sengaja membiarkan dirinya terlihat setengah rusak. Wajahnya tampan, tapi tampan yang menyimpan sesuatu di bawah kulit—amarah, kebosanan, dan kebiasaan mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Mata merahnya menyapu Batari. Bukan sekadar menilai.
10536 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as waras
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status