Pembalasan Sang Dokter Jenius
Dunia di mana kau tidak mengambil, tapi kau meminta.
Dengan perasaan lega, Joko melangkah masuk ke dalam warung yang sedikit remang dan beraroma khas campuran antara sabun, kardus, dan kamper itu.
“Permisi, ko,” sapa Joko sopan.
Si engko menurunkan korannya, menaikkan kacamatanya, dan tersenyum ramah. “Eh, anak muda. Cari apa?”
“Mau beli sabun mandi, ko. Yang batangan saja,” kata Joko.