Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Begitulah, cerita ibuku. Di pojokan gang rumahku itu, sekelompok orang tengah berkumpul di sebuah warung kopi ala pedagang kaki lima (PKL). Warkop ini layaknya warkop pada umumnya. Ada spanduk membentang bertuliskan ‘Warkop Cak Lamis’. Cara kerja rombongnya pun mirip dengan kotak sulap. Apapun bisa diisi, mulai dari kompor, tabung gas hingga beraneka perkakas.
105.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 164 Beses bilang warung ku
Read
+Library
SUKSESKU BERAWAL DARI SAKIT HATI

SUKSESKU BERAWAL DARI SAKIT HATI

Dapur, kamar mandi, warung, harus selalu bersih. Selesai mengecek semua bagian warung, aku menyimpan belanjaan di atas bangku, di dapur. Kemudian pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Aku menerapkan peraturan baru di warung, sebelum memulai aktivitas harus bertadarus terlebih dahulu. Yuni, Sumi, dan Dewi sudah duduk di bangku ketika aku keluar kamar mandi. Mereka memegang Al-Quran di tangannya.
7.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 282 Beses bilang warung ku
Read
+Library
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Wuuuuss! Suara bergemuruh terdengar, seolah Gunung Kawi tengah meletus hebat. Lalu tiba-tiba saja hawa udara di dalam warung kecil berdinding bambu itu menjadi sangat panas. Matahari bagaikan hanya sejengkal di atas kepala!
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 75 Beses bilang warung ku
Read
+Library
Hantaran Lebaran

Hantaran Lebaran

Warung terletak beberapa meter dari rumah Bu Susan. "Mau beli apa Mbak?" tanya sang pemilik warung ketika aku berdiri di depan etalase. "Jahe instannya tiga, Mbak," ucapku seraya menunjuk jahe instan yang menggantung di dan bersebelahan dengan minuman instan lainnya. Dengan sigap Bu Arini mengambilkan jahe instan yang aku maksud. Ada beberapa jahe instan yang dijual di tempat ini. Bu Sri hanya menyukai jahe dengan bungkus plastis berwarna coklat.
5.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 190 Beses bilang warung ku
Read
+Library
Birahi Liar istri Setia

Birahi Liar istri Setia

katanya, sedikit mengangkat suara agar terdengar wajar. “Oh, boleh, boleh!” sahut Bu Maria dengan senyum manis yang membuat Kelvin makin bingung dan gelisah. Warung itu sederhana. Hanya ada tiga meja kayu panjang, sebuah etalase kaca berisi lauk seadanya, dan dua kipas angin yang berdengung lelah di langit-langit. Aroma gorengan dan kuah soto menguar, menyambut Kelvin dan Bu Maria yang baru turun dari motor.
917.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 689 Beses bilang warung ku
Read
+Library
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Istana Langit. Kediaman Dewa Perang Luhan. Setelah menyelesaikan tugasnya, Luhan pulang ke kediaman Dewa Perang untuk beristirahat. Dalam istirahatnya, dia terbayang akan wajah wanita yang dia lihat di dekat sungai Yanze.
101.6K viewsOn holdIdinagdag sa Library 50 Beses bilang warung ku
Read
+Library
SANG PETARUNG

SANG PETARUNG

“Berapa modal yang kau butuhkan dan usaha apa yang mau kau jalani?” Dan selanjutnya Omar pura-pura pintar. “Bisnis Gym kecil-kecilan saja. Di sini sedang musim orang ingin berbadan kekar dan menjadi petarung. Kau bisa menyiapkan dana segar sepuluh juta dolar. Atau mungkin lebih dari itu.”
770 viewsOngoingIdinagdag sa Library 26 Beses bilang warung ku
Read
+Library
Seruni Senja

Seruni Senja

jawab Ira. “Wahhh tampan-tampan sekali mereka,” kata Pemilik warung. “Iya dong,” jawab Ira. “Mbak pesan batagor dan minuman ya, aku minuman yang biasannya saja,” kata Ira. “Aku sama kayak Ira saja minumannya,” sahut Furkam. “Aku cappuccino saja,” kata Mahli. “Aku sama kayak Mahli ya,” kata Rani. “Baiklah kalian duduklah dulu,” kata pemilik warung.
106.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 240 Beses bilang warung ku
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Minimal warunglah. Untunglah Kang Jito Akik punya famili yang tinggal di kota Kendil dan membuka warung gudeg khas kota itu. Akhirnya, Sarni Trilili diantar oleh Yu Munah Soblem ke tempat familinya itu. Mbah Darmo, ya Mbah Darmo. Warungnya sangat terkenal di mulut, mata dan telinga anak-anak kampus biru lumut. Meski tempatnya nylempit tapi warung itu tak pernah sepi. Mbah Darmo menyambut niat Sarni Trilili itu dengan gembira. “Hanya seperti ini warungnya, nduk. Tapi laris. Tak tahulah kenapa warung ini jadi begitu ramai dan dikagumi anak-anak kampus biru lumut.”
1.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 45 Beses bilang warung ku
Read
+Library
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Bab 6: Warteg Tengah Malam dan Nasi Goreng Arwah --- Sudah menjadi kebiasaan bagi trio Kalibungkus—Raka, Desi, dan Ucup—untuk merayakan setiap kasus supernatural yang berhasil mereka tangani dengan satu ritual sakral: makan malam di Warteg Bu Sri. Warteg Bu Sri terletak di sudut tikungan Pasar Lama, tempat yang terkenal dengan dua hal: pertama, ayam gorengnya yang gurih seperti mantra penyembuh patah hati. Kedua, warteg itu tidak pernah tutup. Bahkan di malam Jumat Kliwon, ketika seluruh desa menutup pintu rapat-rapat dan menggantung bawang putih di jendela, Bu Sri tetap melayani pelanggan dengan senyum lebar dan celemek bertuliskan “Makan, Jangan Takut. Setan Juga Lapar.”
884 viewsOngoingIdinagdag sa Library 21 Beses bilang warung ku
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status