Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam
"Itu sengaja, Bi. Sebenarnya kipasnya bisa di nyalain."
"Bibi tahu. Ayo baca."
Angga mengangguk. Dia mendekatkan lampu belajar ke dekat kami.
"Halaman pertama, ya, Bi."
"Iya. Bacain aja isinya."
"Zifa tadi bercerita padaku. Dia disiksa Papanya. Juga pembantunya, dan satu lagi, sepupunya." Angga berhenti sejenak. "Ah, aku kasian sekali pada sahabatku itu. Dia anak baik, kenapa bisa ada di tempat yang begitu menyeramkan?"