Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!
"Nyonya Winda sudah sangat baik membantu kita hari ini. Jangan buat dia menunggu."
Reno mengangguk pelan. Ia menggeser tombol hijau di layar, lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya. "Selamat sore, Mbak Winda. Ada yang bisa saya bantu?"
Di seberang saluran telepon, keheningan sempat merayap selama beberapa detik sebelum akhirnya terdengar suara helaan napas yang amat berat. Suara Winda yang biasanya terdengar tegas, berwibawa, dan dingin, kini terdengar begitu rapuh, serak, dan bergetar hebat. Jauh di dalam suaranya, ada kelelahan jiwa yang teramat dalam yang tidak bisa lagi ia sembunyikan setelah benturan ego dan kebodohan Anton di ruang kerja tadi.
Hot Chapters