Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Seharusnya dia sudah ada di sini sejak sepuluh menit lalu, karena Laranya terkenal selalu on time, bahkan ketika jadwalnya sangat padat.
Namun pagi ini, dia kalah. Bukan oleh macet. Bukan oleh call time. Melainkan oleh satu pria demam yang manja dan sok-sokan kuat, tapi kalau ditinggal sebentar langsung ngambek seperti anak kecil.
“Pasti habis ngelonin si duda itu ya, Mbak makanya telat?” celetuk Juan tanpa dosa. “Biasanya kamu, ‘kan, si paling on time.”