Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir
Enam tahun kemudian, dia membangun kembali Frostspear City, memperlakukan Isaac bukan sebagai boneka, melainkan sebagai anggota keluarga sejati, mengajarinya cara menjadi manusia dan penguasa seperti kakak laki-laki.
Dia mengambil cangkir tehnya, ujung jarinya dengan lembut mengendurkan cengkeramannya.
Di luar jendela, angin dan salju berputar di luar tembok kota, dan awan gelap menekan langit, tetapi di dalam, sehangat dunia lain, dipenuhi aroma teh, dan tawa anak-anak masih bergema di sudut-sudut.
"Para bangsawan di luar memanggilnya Winter Tyrant," gumamnya pada dirinya sendiri. "Itu karena mereka tidak pantas duduk di sebelah matahari yang hangat."
Hot Chapters